Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Fabio Lefundes mengakui kekalahan timnnya dari PSM Makassar, pada laga pekan ke-18 BRI Liga 1 di Stadion Kopyang Sujana, Bali, Sabtu (8/1/2022).
Pada laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab menyerah dari Juku Eja dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol pada laga perdana Seri 4 Liga 1, dicetak Anco Jansen melalui ekaekusi penalti pada menit 42′.
“Mereka (pemain PSM) rata-rata memiliki postur yang bagus, khususnya saat menerapkan permainan bertahan. Bahkan mereka juga mampu mengantisipasi berbagai serangan yang kita lakukan sepanjang pertandingan, khususnya setelah mereka dapat penalti dan mencetak gol,” kata Fabio Lefundes.
Pada laga tersebut, anak didiknya juga memiliki beberapa peluang emas di dua babak berbeda. Hanya saja peluang tersebut selalu gagal dikonversi gol. “Pada babak kedua kita coba melakukan pergantian taktik dan cari peluang untuk mencetak gol,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
“Kita mencoba melakukan upaya serangan dari berbagai sektor pertahanan lawan dengan pola permainan terbuka, kita mendapat beberapa peluang namun gagal berbuah gol. Masalahnya mereka (PSM) melakukan trik jatuh dan jatuh untuk mengulur waktu,” imbuhnya.
Sementara Kapten Madura United FC, Slamet Nurcahyo mengaku sangat kecewa karena gagal meraih poin usai dikalahkan PSM. “Sebenarnya sejak babak pertama kita mendapat banyak peluang untuk mencetak gol, seharusnya kita mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun,” jelasnya.
“Tapi inilah sepakbola (ada menang dan ada kalah), mudah-mudahan kedepnnya kita bisa memperbaiki. Sementara mereka (PSM) hanya ada satu peluang, itupun melalui penalti,” pungkas SNC10. [pin]






