Blitar (beritajatim.com) – Terjadi bencana tanah longsor di Kabupaten Blitar. Tebing setinggi 20 meter di Desa Krisik Kecamatan Gandusari menimpa rumah milik Budiono. Tebing longsor ini ketinggiannya 20 meter dan lebar 15 meter. Letak tebing yang berada persis di samping rumah membuat longsoran tanah dan batu menimpa bangunan itu.
“Terjadi longsor di Desa Krisik Kecamatan Gandusari. Tebing setinggi 20 meter dengan lebar 15 meter menimpa rumah warga,” kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto kepada beritajatim.com, Rabu (18/1/2023).
Bancana itu berawal ketika wilayah Kecamatan Gandusari diguyur hujan lebat selama lebih dari satu jam. Kondisi tanah yang labil serta tingginya curah hujan membuat tebing tinggi 20 meter yang berada di samping rumah milik Budiono pun rontok. Akibatnya bangunan tembok yang berada di samping jebol tertimpa batu.
Bagian dapur rumah juga mengalami rusak parah setelah tertimpa material longsor. Banyaknya material longsor membuat bagian dapur rumah milik Budiono penuh dengan tanah dan batu. “Yang tertimpa tebing longsor adalah bagian dapur rumah dan itu. Temboknya jebol nggak bisa digunakan,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”longsor-blitar”]
Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Meski pemilik sedang berada di rumah, namun longsoran tidak menimpa bagian tengah. Akibat kejadian itu Budiono mengalami kerugian hingga Rp 10 juta. Sang pemilik rumah juga belum bisa menggunakan dapurnya karena kondisinya masih penuh dengan material longsor.
Warga dibantu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Blitar pun melakukan evakuasi material longsor. Hal ini dilakukan agar rumah serta dapur milik Budiono segera bisa ditempati kembali. Sementara untuk tebing setinggi 20 meter yang longsor tersebut akan ditutup dengan menggunakan terpal. Itu untuk menghindari longsor susulan. Mengingat kondisi cuaca di Kecamatan Gandusari sering hujan.

Oleh BPBD, pemilik rumah juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Budiono dan keluarga diminta meninggalkan rumah bila kondisi hujan lebat. “Tim dari BPBD sudah melakukan evakuasi material longsor yang menimpa rumah Budiono. Sedangkan tebing dilakukan penutupan dengan menggunakan terpal untuk menghindari longsor susulan,” kata Ivong sembari mengatakan pihaknya juga memberikan bantuan berupa sembako untuk keluarga Budiono.
Wilayah Gandusari Kabupaten Blitar memang menjadi daerah rawan bencana tanah longsor. Hal itu karena kontur wilayah tersebut adalah perbukitan. Sudah begitu banyaknya rumah warga yang berada di bawah tebing atau lereng pegunungan membuat wilayah Gandusari masuk dalam daerah rawan bencana. [owi/suf]






