Bojonegoro (beritajatim.com) – Perlombaan dayung yang sedang menjadi viral di media sosial, turut meramaikan perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di sepanjang Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Lomba dayung ini, yang seringkali disamakan dengan lomba pacu jalur, telah mencuri perhatian warga seiring dengan popularitasnya. Bahkan, sejumlah konten kreator telah menciptakan berbagai parodi lomba ini dengan menggunakan peralatan seadanya. Mereka dengan antusias menirukan gerakan para pendayung serta aksi joget anak-anak di ujung jalur.
Lomba dayung yang digelar oleh warga Desa Banjarsari tidak hanya untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga untuk menjaga dan merawat tradisi masyarakat setempat. Sebelum adanya jembatan penghubung di atas Sungai Bengawan Solo, masyarakat di sini bergantung pada perahu untuk menyeberangi sungai.
“Selain sebagai perayaan, acara ini juga berfungsi sebagai pengingat agar tradisi mendayung tetap terjaga di kalangan warga sekitar sungai,” kata Loegito, seorang tokoh masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (26/8/2023).
BACA JUGA:
PN Bojonegoro Kali Pertama Sidangkan Kriminalisasi Tambang
Perlombaan ini berlangsung dengan sangat meriah. Setiap start melibatkan tiga perahu yang bersaing untuk mencapai garis finish terdepan. Masing-masing perahu dilengkapi dengan lima pendayung.
Keberhasilan mereka dalam bekerja sama menentukan seberapa cepat perahu mereka melaju. Antusiasme peserta dari warga sekitar sungai sangat terlihat dalam perlombaan ini.
BACA JUGA:
Waspada! Terjadi Empat Kebakaran di Bojonegoro dalam Sehari
Para peserta juga memastikan keselamatan mereka dengan menggunakan pelampung, meskipun air Sungai Bengawan Solo dalam kondisi surut.
Sementara itu, penonton yang berada di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo dengan penuh semangat menikmati aksi peserta dalam perlombaan dayung, yang juga dikenal sebagai pacu jalur dan tengah menjadi viral di media sosial. Mereka telah bersiap sejak siang dan tetap berada di tempat hingga perlombaan berakhir. [lus/beq]






