Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar, Achmad Nurdjayanto, meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) memastikan lima rumah pompa baru siap beroperasi penuh pada 1 Desember 2026. Dia mengingatkan, pengoperasian fasilitas tersebut harus disertai pengujian teknis secara menyeluruh, terutama untuk menghadapi potensi hujan ekstrem dan debit air tinggi.
Achmad mengapresiasi percepatan pembangunan lima rumah pompa di sejumlah titik krusial. Namun, jeda waktu antara uji operasional atau commissioning dan target pengoperasian dinilai sangat terbatas menjelang puncak musim hujan.
“Komisi C mengapresiasi percepatan fisik di lima titik krusial. Namun, target 1 Desember itu mepet sekali dengan musim penghujan. Uji commissioning tidak boleh sekadar menyalakan mesin tanpa beban. Pompa harus dites daya hisap maksimalnya dalam simulasi debit air puncak bersamaan dengan genset cadangan,” tegas Achmad saat ditemui di Kantor DPRD Surabaya, Selasa (3/11/2026).
Politisi muda Golkar itu juga mengingatkan bahwa kinerja rumah pompa bergantung pada konektivitas saluran drainase hingga tingkat perkampungan. Saluran tersier yang tersumbat lumpur dapat menghambat aliran air menuju saluran utama meskipun rumah pompa memiliki kapasitas besar.
Dia menyebut kawasan Simorejo, Tanjungsari, dan Tenggilis Mejoyo membutuhkan konektivitas saluran yang baik agar genangan di permukiman dapat segera dialirkan. Selain itu, sampah domestik berpotensi mengganggu kinerja pompa ketika debit air meningkat.
“Jangan sampai pompa miliaran rupiah macet gara-gara tercekik sampah kasur atau ranting pohon. Di titik Tambak Segaran dekat TPS Rangkah dan Panjang Jiwo, saringan mekanik (trash screen) wajib berfungsi 24 jam penuh, dibarengi kesiapan personel lapangan yang siaga saat hujan deras dini hari,” paparnya.
Selain kesiapan rumah pompa, Achmad meminta Pemkot Surabaya dan kontraktor mempercepat pemulihan jalan yang terdampak proyek pembangunan box storage. Dia menyebut pekerjaan di Jalan Raya Prapen dan kawasan Dharmahusada masih menyisakan permukaan jalan bergelombang dan debu yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Menurut dia, perbaikan aspal harus dituntaskan sebelum intensitas hujan meningkat. Kondisi jalan yang berlubang atau licin dapat membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
“Warga sudah cukup berkorban menahan macet berbulan-bulan. Begitu saluran bawah tanah selesai, aspal di atasnya harus segera di-overlay mulus kembali sebelum musim hujan tiba. Jangan tinggalkan tambalan jalan yang licin atau berlubang untuk pengendara roda dua,” pungkasnya. [ADV/asg]






