Surabaya (beritajatim.com) – Seperti diberi harapan palsu, hal itu yang terungkap dari para suporter karena liga kembali ditunda kembali. Kompetisi yang seharusnya mulai berjalan 20 Agustus ini harus digeser ke 27 Agustus mendatang.
Tentu hal ini membuat suporter berspekulasi lain dengan kondisi dunia sepak bola Indonesia. Salah satunya koordinator suporter Persebaya Green Nord, Husin Ghozali ia mengatakan jika tidak ada yang perlu dipersiapkan dari liga yang selalu ditunda karena kepastian itu hanyalah jadwal sholat lima waktu.
“Ga ada yang perlu dipersiapkan, yang pasti itu hanya jadwal sholat 5 waktu. Kalau liga Indonesia ngga pasti, serba PHP jadi kita anggep angin lalu. Jadi digulirkan monggo, ngga digulirkan terserah karena tahun kemarin saja hanya janji sampe sekarang di-prank belom ada kompetisi,” ungkap Husin, Kamis (12/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-1″]
Lebih lanjut dikatakan pria yang kerap disapa cak cong ini, meskipun benar adanya bergulir kami tetap akan mensuport dari rumah karena tentunya sebagai suporter tetap harus mematuhi aturan yang tetap di tentukan dan tidak mau mengambil resiko di kondisi pandemi saat ini. Kecuali ada aturan suporter boleh masuk dalam stadion dengan kuota berapa persen.
“Tetap kita suport dari rumah kita ngga ambil resiko melarang tanpa penontin pasti akan diperketat kita ngga mungkin terlibat di dalam stadion. Beda lagi Jika bisa ada penonton berapa persen kita ikuti saja kondisional yang penting disegerakan liganya,” imbuh cak cong.
Sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dalam sesi jumpa pers, Senin (9/8/2021). Dikatakan Zainudin Amali, setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, gelaran Liga 1 diizinkan bergulir pada 27 Agustus 2021. Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana menggelar Liga 1 pada 20 Agustus 2021. [way/kun]






