Surabaya (beritajatim.com) – Insiden pascapertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya tanggal 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang lalu yang menewaskan sedikitnya 125 suporter, berdampak pada kompetisi yang tengah bergulir di Indonesia, PT LIB selaku operator mengeluarkan surat kepada seluruh manajemen tim sepak bola liga 1 dan 2. Isinya melakukan penundaan pertandingan selama 2 pekan kedepan.
Hal ini tentu direspon oleh banyak pihak atau pemilik klub, salah satunya CEO Deltras FC Sidoarjo, Amir Burhannudin. Ia menegaskan mendukung langkah apa yang diambil oleh LIB (Liga Indonesia Baru). Karena insiden tersebut sudah tergolong kategori kemanusiaan.
“Deltras mendukung apapun langkah yang diambil oleh LIB/PSSI, apalagi ini sudah kategori tragedi kemanusiaan. Dengan ditundanya kompetisi selama dua pekan. ini sekaligus sebagai moment untuk kita untuk merenung dan berkotemplasi bersama. Ini langkah tepat untuk introspeksi,” ungkap Amir, Senin (3/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Sebelumnya PT LIB melalui surat nomor 584/LIB-KOM/X/2022 memberika keputusan jika kompetisi liga 1 dan 2 ditunda selama dua pekan. Surat ini dikeluarkan setelah melakukan Rapat Koordinasi tanggal 2 Oktober 2022 di Pendopo Kantor Bupati Malang yang dipimpin oleh Menko PMK. Rapat tersebut juga dihadiri Menpora, Kapolri, Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi X DPR RI, Kapolda Jawa Timur, Pangdam Brawijaya dan seluruh unsur terkait yang menangani tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. [way/suf]






