Surabaya (beritajatim.com) – Hastag dukung dari rumah menjadi salah satu caption wajib jika kompetisi akan kembali digelar 27 Agustus 2021 mendatang. Pasalnya di liga musim 2021-2022 PSSI menegaskan tidak ada suporter dalam pertandingan kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.
“Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga setelah dihentikan 14 Maret 2020. Insya Allah Jumat 27 Agustus 2021 BRI Liga 1 2021-2022 akan dimulai lagi,” ungkap Iriawan alias Iwan Bule.
Sayangnya di tengah jumpa pers Launching tittle, sponsor dan official broadcaster Iwan Bule belum bisa memberikan kepastian soal lokasi pertandingan BRI Liga 1, Iwan hanya mengatakan clue pertandingan berada di area Jakarta, Jawa Barat dan bisa jadi Bali melihat kondisi zona ini termasuk wilayah hijau atau tidak.
“Tempat pertandingan dimana akan kita umumkan kemudian karena situasi sekarang berbeda, sekarang situasi luar biasa. Kita akan menggelar pertandingan di zona hijau. Kita mengambil data hijau dari kepolisian dan Kementerian Kesehatan,” lanjut Iwan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-1″]
“Terima kasih tak terhingga kepada Menpora Zainudin Amali. Beliau terus bersama kami agar kompetisi bisa bergulir. Terima kasih kepada Kapolri yang sudah memberikan izin keramaian yang sudah disampaikan kepada kami lewat ASOP kemarin. Terima kasih Menkes yang sudah merekomendasikan kepada BNPB sehingga izin keramaian bisa diberikan,” ucap Iwan Bule.
BRI Liga 1 2021-2022 ini dipastikan masih akan berlangsung tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan ketat bagi seluruh pihak yang terlibat. PT Liga Indonesia Baru (LIB) meminta suporter untuk menonton di rumah saja melalui tayangan langsung di Indosiar, O Channel, Nex Parabola dan Vidio.
Selain itu Yunus Nusi, Sekertaris Jendral PSSI mengatakan dengan kondisi seperti ini diharapkan para suporter bersama para elemen bisa mensukseskan BRI Liga 1 dan bisa mensosialisasikan hastag #dukungdarirumah.
“Kami memberikan apresiasi kepada para suporter dengan kondisi saat ini kami harap mereka disiplin untuk nonton dari rumah dan bisa mensosialisasikan kepada suporter yang lain selalu taat dan ketat prokes tidak perlu datang ke stadion cukup dari rumah,”tutup Yunus. [way/kun]






