Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa kelas peminatan jurnalistik 2021 dari Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pameran foto dan karya jurnalistik (Pafotik) 2023. Pameran ini mengusung tema ‘Jurnalistik dan Wajah-Wajah yang Terpinggirkan’.
Sekitar 179 foto wajah terpinggirkan dari kota Malang tampak menghiasi GKB A19 tribun lantai 3, Kamis (14/12/2023) siang. Tak hanya pameran foto jurnalistik human interest, acara ini juga menyajikan majalah karya mahasiswa, artikel yang termuat di media massa, dan bincang buku antologi esai ‘Terang-terangan menyingkap pers’.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Mundir Hisyam menjelaskan, terdapat dua hal utama yang ingin dipamerkan kepada khalayak umum. Pertama, fotografi jurnalistik berupa wajah terpinggirkan, seperti tukang becak, pemulung, dan lain semacamnya. Kedua, karya jurnalistik berupa berita dan artikel yang termuat di media massa cetak maupun daring.
“Kami ingin menyajikan kepada pengujung karya teman-teman yang sudah termuat di Terminal Mojok, IDN Times, omong-omong.co, Yoursay, dan ada juga yang termuat di citizen journalism surya. Dengan dipamerkan karya-karya tersebut bisa mendapat pembaca lebih luas lagi dan ada kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Hisyam, sapannya.
Hisyam menjelaskan total kunjungan Pafotik sudah hampir mencapai 100 orang. Ia tidak menyangka antusias mahasiswa UM pada produk jurnalistik ternyata sangat baik.

Acara ini juga memperkenalkan ‘Naraya Projek’ karya mahasiswa peminatan jurnalistik angkatan 2020. Media multiplatform dengan konten sastra bahasa, budaya, dan komunitas peduli jurnalistik.
Dosen mata kuliah Fotografi Jurnalistik, Moch Fikri Zulfikar mengatakan, kegiatan ini sebagai tugas ujian akhir semester (UAS) mahasiswa PBSID angkatan 2020 dan 2021 peminatan jurnalistik. Tahun ini bukan yang pertama karena 2022 lalu sudah pernah diadakan acara serupa.
“Tahun lalu masih kecil kecilan. Tahun ini sebenarnya juga saya minta sederhana saja. Ternyata acaranya megah, apresiasi untuk panitia yang mempersiapkan acara,” ungkap Fikri, sapaannya.
Sementara itu, dosen peminatan jurnalistik lainnya, Muhammad Afnani Alifian menjelaskan, pameran ini gabungan dari empat mata kuliah. Penulis artikel media massa, penulisan berita, jurnalistik media sosial, dan fotografi jurnalistik.
“Saya harap untuk teman-teman yang bercita-cita jadi jurnalis, kegiatan ini menjadi satu langkah mencapainya. Semoga acara ini bisa berkesan sebagai akhir dari pertemuan panjang. Oh iya, nanti tanggal 21 Desember kita akan ada kunjungan jurnalistik ke rumah produksi media menjadi penutup semester yang bisa dikenang,” ungkap Dani, sapaannya. [dan/suf]






