Malang (beritajatim.com) – Cara kampanye konvensional dengan pemasangan baliho tidak lagi relevan. Hal tersebut disampaikan oleh Surya Desismansyah Eka P, S.Pd, M.Phil saat menjadi narasumber acara Gerakan Cerdas Memilih (GCM) di graha teater Polinema.
“Perlu adanya pemindahan cara kampanye agar memberikan sudut pandang baru. Saya kira baliho saat ini kurang relevan dengan zaman,” ujar Surya saat memberikan materi di hadapan anak milenial Malang Raya.
Cara baru misalnya mengemas calon dalam bentuk platform media sosial. Atau bisa juga dengan mengajak calon DPRD di Malang Raya berkunjung ke kampus untuk kemudian menjalin interaksi terbuka dengan mahasiswa.
“Untuk generasi Z, terkait cara mengecek calon bisa diakses melalui aplikasi RRIplay Go atau. Selain itu perlu juga waspada dalam menangkal Hoax. Cara pertama dengan tahu akun resmi dan kedua jangan sekedar mengetahui lewat promosi tiktok,” ujar Surya.
Pada kesempatan ini turut hadir antara lain, Direktur Polinema, Sekjen KPUK-Ina Irawati, Ketua KPU Kota Batu- Heru Joko Purwanto, S.Sos, dan ketua KPU Kota Malang-Aminah Asminingtyas, SP, M.Si. Ketua KPU kota Malang memberi tiga langkah untuk menjadi pemilih cerdas.

“Pemilih cerdas pertama, Pre election, cek DPTnya sudah terdaftar atau belum. Jika belum daftarkan dulu sesuai DPT. Kedua, pas election, kenali yang akan dipilih, ketahui kapan mau nyoblos, 14 februari 7 sampai jam 12, dan ketahui cara coblos. Ketiga, pasca election setelah terpilih harus bisa memberi masukan kepada calon yang dipilih dan terpilih,” ujar Aminah.
Sementara itu, Heru Joko Purwanto, menekankan pentingnya peran anak Muda. Bahkan sekitar 4.700 an TPS di kota Batu semuanya anak muda.
“Saat ini kami sangat percaya terhadap anak muda. Sosialisasi pemilu juga dilakukan sesuai dengan teknologi sehingga masa kampanye total hanya 75 hari,” ungkap Heru Joko Purwanto.
Baca Juga: Keputusan Anies Pilih Cawapres Cak Imin Bawa Kejutan Politik
Heru juga berpesan agar menjadi generasi Z berpartisipasi sebagai pemilih atau berperan aktif dalam pemilu. “Tanggal 14 Februari biasanya hari kasih sayang, nah sekarang hari kasih suara, datang ke tps temukan jodohmu,” katanya berkelakar.
Masukan terhadap KPU datang dari perwakilan BEM Polinema. Dia memandang fenomena persiapan tahun 2024 cukup baik karena tidak lagi ada politik identitas.
“Saya berharap kepada KPU agar melakukan sosialisasi seadil adilnya ke kampus kampus. Kalau bisa debat terbuka secara langsung dengan mahasiswa di kota Malang. Agar kita bisa tahu tidak hanya dari baliho saja,” ujar menteri politik BEM Polinema.
Sebagai informasi GCM diadakan oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Malang pada Minggu (3/9/2023). GCM kali ini dikemas dengan lomba gerak jalan tingkat SMA-SMK se Malang Raya. (dan/ted)






