Jember (beritajatim.com) – Dana, sebuah layanan keuangan digital yang berbasis di Jakarta, ingin berkontribusi dalam gerakan literasi finansial untuk perempuan dan pelaku usaha mikro kecil menengah secara nasional. Potensi pasar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, cukup besar.
“Literasi finansial sebenarnya sudah jadi target nasional. Kalau kita bicara inklusi finansial dan literasi finansial, idealnya berjalan bareng. Perempuan menjadi salah satu fokus DNKI (Dewan Nasional Keuangan Inklusi),” kata Reancy Triashari, Public Affairs Manager Dana, di Jember, Kamis (22/2/2024).
Target nasional literasi finansial mencapai 90 persen. “Kami ingin berkontribusi. Customer Dana sekarang 170 juta. Kami sih berharap bisa menjangkau seluruhnya. Tapi untuk saat ini target 90 persen sudah bagus banget,” kata Reancy. Untuk itu, Dana aktif melakukan edukasi di media sosial pula.
Literasi untuk kaum perempuan ini berkaitan dengan literasi finansial untuk UMKM. Berdasarkan data yang dilansir Kementerian Komunikasi dan Informasi, 3 Maret 2023, sebanyak 64,5 persen dari total pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Indonesia adalah perempuan.
“Kalau kita mencatatkan year-on-year, angka UMKM yang masuk ke on board aplikasi Dana kurang lebih 35 persen. Ini butuh kolaborasi lintas sektor juga, seperti sekadar memberikan pelatihan kepada mereka agar on board di ekosistem digital,” kata Reancy.
Jember memiliki potensi besar untuk ekosistem keuangan digital. Namun Dana masih melakukan penjajakan. “Kami masih ‘sowan’ dulu. Kami melihat potensi di sana,” kata Reancy.
Saat ini, sebagian pelaku usaha di Jember masih lebih suka menggunakan transaksi tunai. “Nah. ini artinya ada potensi besar di sana untuk kami masuk,” kata Reancy. [wir]






