Lamongan (beritajatim.com) – Seorang lansia (lanjut usia) ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di tengah lahan sawah Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
Lansia nahas tersebut bernama Aso (75), petani yang juga warga Dusun Pengaron, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di tengah sawah milik H. Sutaji, tetangga korban, pada Minggu (16/7/2023) kemarin.
Kanit Reskrim Polsek Tikung, Ipda Sono membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Aso diduga meninggal secara mendadak saat pergi ke sawah.
“Korban diduga meninggal secara mendadak. Jenazah korban yang terlentang di lahan sawah ini pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Sutik (43), yang juga merupakan tetangga korban,” kata Ipda Sono, Senin (17/7/2023).
Mengenai kronologinya, Sono menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal saat saksi hendak menuju ke sawah untuk mengirimkan makanan kepada suaminya yang sedang bekerja di sana.
BACA JUGA:
980 Guru di Lamongan Terima SK Pengangkatan PPPK
Akan tetapi, saat saksi melewati sawah milik H. Sutaji, dia dikagetkan dengan keberadaan sosok korban yang sudah terlentang di sawah. Karena panik, saksi kemudian berlari dan memanggil suaminya yang kala itu bekerja di sawah setempat.
“Saksi segera memberitahu apa yang ia lihat ke suaminya dan meminta bantuan warga setempat. Mereka kemudian menuju lokasi, diketahui fakta jika korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya Ipda Sono.
Atas kenyataan ini, warga kemudian melaporkan kejadian ini ke perangkat desa dan diteruskan ke petugas kepolisian. Selang sejenak, petugas Polsek Tikung pun bergegas mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).
Lebih lanjut, Sono menuturkan bahwa dari hasil pemeriksaan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Sono juga menyebut, korban memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 170 cm dan berat badan sekitar 67 kg.
Selain itu, sambung Sono, korban memiliki kulit berwarna sawo matang dan rambut ikal. Saat ditemukan, korban juga mengenakan baju lengan panjang berwarna merah.
BACA JUGA:
Kecelakaan di Jalan Pucuk Lamongan, Truk Trailer Tabrak Warung dan Pipa PDAM
“Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun terdapat luka lecet di kaki kirinya di bawah lutut, diduga akibat benturan dengan tanah. Hasil pemeriksaan lebih lanjut, korban diduga meninggal dunia karena faktor usia,” bebernya.
Sono menegaskan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak ingin untuk melanjutkan proses hukum lebih lanjut. Pihak Keluarga bahkan menyatakan tidak menghendaki dilakukannya autopsi.
“Pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan sebagai bentuk kesanggupan menerima kejadian ini sebagai musibah tanpa proses autopsi,” pungkasnya. [riq/beq]






