Lamongan (beritajatim.com) – Memperoleh pendidikan yang layak merupakan hak dan kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dipenuhi. Oleh karenanya, peran pemerintah dan stakeholder sangat berpengaruh dalam pemenuhannya.
Terlebih lagi, pengembangan potensi melalui pendidikan merupakan salah satu investasi dalam pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Merespon hal itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak seluruh siswa dan mahasiswa untuk terus bersemangat dalam meraih mimpi. Selain itu, ia menyebut bahwa pemerintah terus berupaya mendorong agar jangan sampai ada pelajar yang putus sekolah karena alasan biaya.
“Kalau kamu punya mimpi, harus diambil. Yakinlah dan lakukan apa yang kamu bisa. Pemerintah mendorong kalian semua jangan sampai ada yang putus sekolah karena tak ada biaya. Sekarang terbuka lebar untuk mendapatkan akses biaya itu,” ujarnya usai menyerahkan beasiswa dalam bentuk buku rekening dan ATM kepada pelajar, pada kegiatan Awardee Perintis Lamongan Tahun 2022 di Pendopo Lokatantra.
Mengenai Awardee Perintis Lamongan 2022 ini, Bupati Yuhronur, hal itu dilakukan sebagai motivasi bagi pelajar Lamongan agar lebih percaya diri dan tidak patah semangat dalam mengejar prestasi serta cita-citanya melalui berbagai cara, yang salah satunya adalah beasiswa.
Orang nomor satu di Lamongan ini juga menegaskan bahwa pada tahun 2022, Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan Lamongan telah menyalurkan beasiswa kepada 5.800 siswa, 1.074 mahasiswa S1, serta 1 orang hafidz Qur’an untuk jenjang S2.
“Saya yakin, dengan ilmu pengetahuan, dengan pendidikan, itu akan menjadikan kita mempunyai daya saing, dan dengan peningkatan kapasitas itu, yakin, akan bermanfaat bagi diri kita,” tambahnya.
Sementara itu, Lana Fauziyah, salah satu mahasiswa S1 Universitas Islam Lamongan jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) asal Desa Sendangagung Kecamatan Paciran mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilannya dalam memperoleh beasiswa S2 jalur tahfidz.
Lana yang berprofesi sebagai Guru Madin (Madrasah Diniyah) ini juga bercerita bahwa sebelumnya ia telah mendaftar beasiswa khusus Madin, namun dirinya tidak terpilih. Kini, setelah mendapat informasi link pendaftaran dari rekannya, Lana yang hafal 30 juz Al-Qur’an itu pun mencoba mendaftar program beasiswa S2.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Usai melewati serangkaian tes hafalan dan lainnya, Lana akhirnya terpilih sebagai penerima beasiswa S2 tahfidz Perintis Lamongan 2022. “Alhamdulillah, sangat membantu, karena bisyaroh saya dari sekolah itu kurang cukup untuk pembayaran biaya saya kuliah,” ungkap Lana.
Sebagai informasi, selain pelajar penerima beasiswa beserta orang tuanya, dalam kegiatan tersebut juga hadir tokoh-tokoh inspiratif asli Lamongan untuk menginspirasi dan memotivasi para pelajar penerima beasiswa.
Adapun 3 tokoh inspiratif ini adalah Profesor Fedik Abdul Rantam Guru Besar Universitas Airlangga di Bidang Virologi dan Immunologi stem cell, Profesor Qomariyatus Sholihah Guru Besar Universitas Brawijaya di Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, juga Insinyur Ibnu Susilo CEO PT. Fin Komodo Teknologi yang fokus di Bidang Teknologi Transportasi atau Techno Preneur. [riq/but]







