Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai langkah mitigasi terhadap bencana alam, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran Forkopimda serta seluruh lapisan masyarakat melakukan penanaman bambu secara serentak, di Bantaran Sungai Mengkuli, Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi.
Terdapat 1.500 pohon bambu jenis betung yang ditanam dalam kegiatan yang masih masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454 ini.
Menurut Bupati Yuhronur, penanaman pohon bambu ini ditujukan sebagai mitigasi jangka panjang terhadap bencana alam di wilayah tersebut. Pasalnya, kawasan di sekitar bantaran sungai, Desa Gedangan itu rawan dilanda banjir serta tanah longsor saat musim penghujan tiba.
BACA JUGA:
Pentingnya Mitigasi Bencana Bagi Jurnalis di Malang Raya
“Kegiatan puncak penanaman bambu merupakan rangkaian dari Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454. Kita juga sudah melakukan penanaman bambu di wilayah lain terutama yang berpotensi terjadi bencana alam. Penanaman bambu merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan yang dirasakan masyarakat di sini, yakni banjir dan tanah longsor,” tutur Bupati Yuhronur, Sabtu (13/5/2023).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Lamongan Dianto Hari Wibowo mengungkapkan, dipilihnya tanaman bambu jenis betung ini lantaran manfaat bambu betung dinilai lebih unggul dalam menjaga ekosistem air dan sistem pengakaran yang rata.
Selain itu, akar bambu ini akan menyebar ke segala arah, baik menyamping maupun ke dalam, sehingga membuat lahan sekitar lebih terjaga dan stabil. Dianto menambahkan, selain untuk mengatasi bencana, kegiatan tanam bambu ini juga memberikan edukasi kepada generasi bangsa tentang pentingnya menjaga alam.

Bahkan, kegiatan tanam bambu juga membantu masyarakat, khususnya petani, agar dapat terus menjalankan kegiatan pertaniannya. Dengan demikian, akan memberikan dampak yang nyata dalam mempertahankan predikat lumbung pangan nasional.
“Kita sudah mulai di hari sebelumnya, tepatnya di Dusun Pilang sebanyak 750 pohon, Dusun Doro Gede sebanyak 550 pohon, dan hari ini 200 pohon. Tujuan utama ialah memberikan mitigasi jangka panjang untuk bencana alam yang terjadi, selain itu kami juga melibatkan anak-anak sebagai edukasi tentang pelestarian alam, dan juga membantu para petani agar dapat terus melakukan kegiatan pertanian untuk mempertahankan predikat lumbung pangan nasional,” terang Dianto.
BACA JUGA:
Fikih Kebencanaan dan Fikih Lingkungan Diperlukan untuk Mitigasi Bencana
Lebih lanjut, Dianto melaporkan, Pemerintah Kabupaten Lamongan sebelumnya juga telah mengukuhkan 1.627 pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau Hipa, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Induk perkumpulan petani pemakai air (IP3A).
“Pengukuhan pengurus itu guna mendukung Lamongan dalam menjaga kelestarian alam, menjaga aset sumber daya air, dan juga menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya. [riq/suf]






