Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Lamongan semarakkan Ramadhan 1444 H dengan memberikan santunan kepada 100 penyandang disabilitas.
Ratusan santunan berupa sembako dan makanan itu diserahkan kepada para disabilitas dari Yayasan Griya Qur’an Lamongan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra Lamongan.
Bupati Yuhronur menuturkan bahwa mensejahterakan penyandang disabilitas merupakan kewajiban. Menurutnya, fasilitas yang diberikan itu akan membantu kemandirian kaum disabilitas yang dinilai lebih rentan dengan kemiskinan di Indonesia.
“Penyandang disabilitas merupakan bagian dari kita, yang harus kita bantu dalam memenuhi kebutuhannya. Maka dengan adanya kegiatan ini mampu membangun kemandirian difabel di Lamongan,” tutur Bupati Yuhronur, ditulis Rabu (19/4/2023).

Sementara itu, Ketua Yayasan Griya Qur’an Difabel Lamongan, Tri Febri Khoirun Nidhom mengatakan bahwa kesempatan ini selain menjadi momen untuk berbagi, juga sebagai momen untuk berupaya membawa perubahan untuk Lamongan yang lebih inklusif.
Dia menegaskan, untuk mewujudkan Kabupaten Lamongan yang ramah terhadap disabilitas, maka hak pendidikan hingga hak beragama disabilitas perlu untuk terus disuaraka dan dikawal.
“Momentum ini kita jadikan untuk menyatukan niat dan tekad, bersama untuk menjadikan Lamongan yang kita cintai ini memiliki prinsip ramah terhadap difabel dalam segala aspek termasuk hak beragama. Momentum untuk kita bergandeng tangan menuju kejayaan Lamongan yang ramah terhadap penyandang disabilitas,” kata Febri.
Lebih lanjut, Febri mengungkapkan, meski pelayanan publik di Lamongan sudah menyediakan tempat untuk difabel, namun akan lebih maksimal apabila dilengkapi dengan fasilitas tempat ibadah yang ramah untuk difabel. Dengan begitu, hak beragama difabel bisa didapatkan.
“Keterbatasan yang dimiliki rekan-rekan difabel harus kita fasilitasi agar menjadi prestasi yang membanggakan serta membawa perubahan. Di Kabupaten kita ini pelayanan memang sudah banyak yang menyediakan tempat untuk rekan-rekan difabel,” bebernya.
“Kami berharap bahwa semoga ke depan Kabupaten Lamongan mampu memenuhi hak beragama untuk difabel, seperti menghadirkan masjid ramah difabel yang mana dilengkapi fasilitas yang memudahkan difabel dalam menjalankan ibadah,” imbuhnya. [riq/but]







