Lamongan (beritajatim.com) – Tingginya debit air akibat hujan deras selama 5 jam yang melanda kawasan Lamongan. Luberan air membuat 2 titik pada tanggul Kali Plalangan di Desa Pomahanjanggan Kecamatan Turi jebol.
Alhasil, jebolnya 2 titik tanggul Kali Plalangan menjadikan banjir yang terjadi di sejumlah desa di Lamongan semakin parah. Diketahui, tanggul tersebut tak kuasa menahan debit air yang tinggi.
“Ada 2 titik tanggul yang jebol, 1 titik sudah bisa tertangani, sementara 1 titik lagi belum (tertangani),” ujar Suli, salah satu warga setempat kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Menurut Suli, saat ini luapan air dari tanggul itu telah merendam puluhan hektare lahan tambak dan jalan desa. Ketinggian genangan air pun sekitar lebih kurang 30 cm.
“Jebolnya tanggul sendiri ada kalau 10 meteran,” sambungnya.
Tanggul yang jebol ini, juga memperparah banjir yang sebelumnya sudah terjadi di desa lain, salah satunya adalah Desa Kemlagi gede Kecamatan Turi. Selain itu, jalan alternatif penghubung antar kecamatan juga terendam banjir dengan jarak sekitar 1 kilometer.

Hal senada juga diungkapkan oleh Samsul Hadi, salah satu warga setempat. Menurutnya, banjir datang pada malam hari saat air sungai tak mampu menampung tingginya curah hujan yang terjadi selama 5 jam, sehingga meluber ke desa sekitar dan jalan raya.
“Sehingga, pengguna jalan baik roda empat maupun roda dua harus ekstra hati-hati saat melewati jalan tersebut,” tambahnya.
Dari informasi yang dihimpun, desa lain yang mulai banjir karena limpahan air ini adalah Desa Kemlagi Lor di Kecamatan Turi, Desa Tiwet di Kecamatan Kalitengah, serta Desa Kiringan yang juga terkena limpahan air sungai Bengawan Jero, anak sungai Bengawan Solo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPPB Lamongan Muhammad Muslimin saat dikonfirmasi mengatakan, banjir yang merendam jalan poros antar kecamatan ini akibat 2 titik pada tanggul kali Plalangan di desa Pomahanhanggan yang jebol pasca diguyur hujan deras, pada Sabtu (11/12/202) malam.
“Kami akan segera mengirimkan bantuan berupa material untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol tersebut, agar banjir tidak meluas,” tutur Muslimin. [riq/but]






