Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menindaklanjuti langsung tujuh perintah harian Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang wajib dilaksanakan para kader banteng.
Tujuh perintah harian tersebut untuk memperingati usia emas ke-50 tahun partai berlambang kepala banteng moncong putih. Eri mengatakan terus menggeber program-program kerakyatan yang selama ini sudah dilaksanakan. Diantaranya yang konkrit dan langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat adalah program padat karya.
“Program ekonomi kerakyatan berupa padat karya ini menjadi kunci utama keberhasilan Surabaya dalam membangkitkan ekonomi yang sempat terpuruk di masa pandemi Covid-19,” katanya, Senin (9/1/2023).
Eri merinci, ketika 2020, pertumbuhan ekonomi terpuruk dan minus di angka -4,85 persen. Kemudian meningkat tajam di tahun 2021 hingga mencapai 4,29 persen atau meningkat sekitar 8 persen. Selanjutnya, pada 2022 naik lagi ke angka 7,17 persen atau naik sekitar 3 persen.
“Program padat karya ini sebagai langkah konkrit perintah Ibu Megawati di poin enam. Dimana seluruh kader PDI Perjuangan wajib hadir di tengah rakyat melalui gerak kebudayaan membangun jati diri bangsa, gerakan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan gerakan meningkatkan taraf kehidupan rakyat,” katanya.
Soal keberagaman dan toleransi di Kota Surabaya, Eri menyebut tak perlu diragukan. Seluruh umat beragama semua bergandengan tangan membangun Surabaya. Salah satu buktinya adalah keikutsertaan geraja mendukung program Dandan Omah atau renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu).
[berita-terkait number=”3″ tag=”eri-cahyadi”]
“Seluruh elemen di Surabaya bergerak ikut membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, pengangguran dan masalah lainnya. Program Surabaya bergerak melalui semua agama dan suku menjadi satu kekuatan besar di Surabaya. Yakni sesuai dengan pengamalan ideologi Pancasila dalam menjaga rasa kemanusiaan, kerukunan serta guyub rukun,” jelasnya.
Pada 2023 ini, Eri Cahyadi berniat untuk bertemu dan berkumpul bersama para pemuka agama dalam merumuskan upaya menyejahterakan seluruh masyarakat Surabaya. Penyelesaian permasalahan tersebut akan merujuk pada data yang dimiliki Pemkot Surabaya.
“Sebetulnya secara bertahap kita sudah bertemu dengan semua agama, tapi pada 2023 ini kita akan berkumpul lagi semuanya. Kita berikan data, mau diapakan ini? Disitu yang membuat kita sadar betul. Sebab, ini belum pernah dilakukan dimanapun,” ungkapnya.
Eri juga menggeber kerja bakti massal ‘Surabaya Bergerak’ diseluruh kecamatan dan kelurahan untuk membersihkan lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diimbau untuk turut serta bergotong royong membersihkan lingkungan sekitarnya.
“Program ‘Surabaya Bergerak’ ini terbukti dapat menghidupkan kembali kerja bakti bersama di wilayah perkampungan. Poin ini juga ditekankan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada poin tiga yakni menggelorakan jiwa gotong royong guna menghapus paham indivualisme,” pungkasnya. [asg/suf]






