Sumenep (beritajatim.com) – Kelompok Perahu Penyeberangan (KPP) Talango – Kalianget, Sumenep, menolak rencana pemkab setempat membangun dermaga baru dan menambah armada kapal penyeberangan.
Mereka mendatangi Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep pada Senin (24/01/2022), menyampaikan keberatan mereka atas rencana tersebut.
“Penambahan armada kapal tentu saja mematikan penghasilan kami para pemilik perahu penyeberangan. Pemerintah tidak berpihak pada kami orang kecil,” kata anggota KPP, Sugiyono.
Pemkab Sumenep berencana menambah dermaga penyeberangan Kalianget -Talango. Yang semula satu dermaga di sisi Kalianget dan satu dermaga di sisi Talango, akan ditambah menjadi dua dermaga di Kalianget, dan dua dermaga di Talango. Selain itu, armada kapal penyeberangan juga ditambah. Yang semula tiga, ditambah menjadi 4. Rencana tersebut sebagai upaya mengurai kemacetan panjang yang kerap terjadi saat akan menyeberang dari Kalianget – Talango dan sebaliknya.
“Macet itu terjadi karena jalan keluar masuk kendaraan itu hanya satu. Belum lagi ditempati parkir dan aktivitas pasar. Kalau tidak ingin macet, buat saja dua jalur. Tidak perlu menambah dermaga dan armada,” ujar Sugiyono bersikukuh.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Ia menyesalkan sikap Pemkab yang tidak pernah mengajak bicara para pemilik perahu penyeberangan. Bahkan selama ini, pihaknya sama sekali tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.
“Ada 99 anggota KPP. Kami tidak pernah diajak bicara tentang rencana itu. Dulu katanya tidak akan ada penambahan armada kapal penyeberangan. Ada kok dokumennya. Sekarang kok malah tiba-tiba terbit izin membangun dermaga baru,” keluhnya.
Sementara, Kepala Disperkimhub Sumenep Mohammad Jakfar menyarankan agar penolakan KPP tersebut juga dituangkan dalam bentuk tertulis. “Seperti apa penolakan dan alasannya, lalu kami akan melakukan kajian,” ujarnya. [tem/but]






