Surabaya (beritajatim.com) – Bernardo Tavares tidak ingin berkomentar banyak soal keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan sanksi denda sebesar Rp100 juta kepada Persebaya Surabaya, atas jalannya pentandingan menjamu Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, 19 September 2026 lalu.
Pada pertandingan pekan ketiga BRI Super League kala itu, baik Persebaya maupun Garudayaksa FC menerima vonis denda Rp100 juta dari Komdis PSSI karena dinilai melanggar kedisplinan waktu memasuki lapangan pada babak kedua.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI atas keterlambatan tersebut, kedua tim mengakibatkan pertandingan babak kedua mudur 210 detik.
“Terlambat memasuki lapangan pada babak kedua sehingga membuat pertandingan babak kedua mundur selama 210 detik. Keputusan; denda Rp100 juta,” tulis Komdis PSSI dikutip dari pssi.org
Merespon keputusan denda tersebut, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengungkapkan bahwa selama ini timnya telah berupaya mematuhi peraturan yang ada.
Ia bilang: “Kami adalah tim yang ingin menghormati aturan serta menjunjung tinggi *fair play*, baik di dalam maupun di luar lapangan. Jadi, saya lebih memilih untuk tidak membahas hal ini,”.
Juru taktik asal Portugal itu turut memberikan penjelasan, bahwa sepengetahuannya saat jeda babak pertama menuju babak kedua, timnya tidak memakan waktu cukup lama.
“Sejujurnya, menurut saya kami tidak memakan waktu terlalu lama. Namun, jika mereka berpendapat demikian, terus terang saya tidak bisa berkomentar lebih jauh,” pungkasnya. (rma/ted)






