Malang (beritajatim.com) – SMK Telkom Malang berkolaborasi dengan Ngalup Collaborative Network dan Jagoan Hosting memberikan dukungan, bimbingan dan pelatihan bagi siswa-siswi yang ingin memiliki profesi maupun wirausaha di bidang digital, melalui acara Moklet Youth DigiTalent, Jumat (13/5/2022).
Kegiatan ini dikuti sekitar 400 siswa kelas XII mereka akan diberikan pelatihan, pembekalan dan pendampingan. Alasan pelatihan ini karena profesi yang berkaitan dengan dunia digital semakin banyak dicari. Seperti back end developer, full stack developer, social media manager dan lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”smk”]
“Kami akan memberikan informasi tentang peluang usaha dan profesi di bidang digital, yang tentunya juga sesuai dengan pelajaran yang mereka dapat di sekolah. Seperti full stack developer, social media manager, growth hack manager dan lainnya,” kata Kepala Sekolah SMK Telkom Malang, Rahmat Dwi Jatmiko.
Rahmat menuturkan, siswa juga akan mengikuti bootcamp dan mentoring selama satu bulan penuh sesuai dengan masing-masing minatnya, yakni yang ingin menjalani profesi maupun yang ingin membuka usaha. Bootcamp akan dilakukan tanggal 17 hingga 24 Mei 2022 dan dilanjutkan dengan sesi mentoring dan job fair.
Selain itu, akan dilanjutkan sesi mentoring pada tanggal 25 Mei sampai 3 Juni 2022 dan ditutup dengan Demo Day pada tanggal 9-10 Juni 2022. Bagi siswa yang ingin mendapatkan pekerjaan di bidang digital, akan mendapatkan beberapa materi. Seperti, pengenalan profesi, pembuatan CV dan portfolio, interview hack hingga optimasi LinkedIn.
Sementara, bagi siswa yang berminat menjadi pengusaha, baik di bidang digital maupun konvensional, akan mendapatkan berupa business ideation, idea validation, branding and marketing hingga product creation.
Selain bagi siswa, mereka juga akan memberikan gambaran dan konseling terkait profesi dan peluang usaha tersebut kepada wali murid. Hal ini menjadi bagian penting untuk pendampingan dan pengarahan dari sekolah kepada siswa calon lulusan dan wali murid.
“Harapannya, tidak ada yang salah jurusan jika melanjutkan, bekerja sesuai passion jika menjadi profesional, dan mampu membuka peluang usaha baru jika ingin menjadi seorang entrepreneur,” imbuh Rahmat.
Sementara itu, CEO Ngalup Collaborative Network, Andina Paramitha berharap, para siswa yang mengikuti kegiatan ini bisa lebih siap dalam menjalani duniai ketika sudah lulus sekolah. “Kami sangat mendukung program ini. Harapannya, para siswa lebih siapm dunia kerja dan usaha di secara profesional,” tandasnya. [luc/suf]







