Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kian serius menangani persoalan sampah. Tidak hanya dari hilir, melainkan berupaya menanganinya mulai dari tingkat hulu. Masalah sampah bukan hanya menangani yang berada di laut, sungai namun di mulai dari awal. Tetapi dimulai dari produsen sampah tersebut, misalnya rumah tangga maupun pasar.
Kini, Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan Bank BRI Cabang Banyuwangi untuk melakukan sebuah gerakan. Keduanya sepakat membentuk program YOK KITA GAS (Gerakan Anti Sampah).
Program itu berwujud sebuah bank sampah yang ditempatkan di Pasar Rogojampi. Sehingga, sampah dari tempat itu langsung ditangani dan diproses sejak awal.
“Gerakan ini dimulai dengan edukasi dan sosialisasi kepada 750 pedagang Pasar Rogojampi tentang pentingnya mengelola sampah. Para pedagang diberikan edukasi untuk mampu memilah antara sampah organik dan anorganik,” ungkap Kepala Cabang BRI Ashri Agustian.
Ada mekanisme sendiri bagi mereka yang akan atau telah menjadi nasabah bank sampah ini. Di antaranya, bukan sembarang sampah yang bisa masuk ke bank sampah.
Melainkan, sampah yang telah dipilah oleh pedagang akan disetorkan ke Bank Sampah TPST Rogojampi. Sehingga, sampah itu dapat menjadi tabungan penambah pendapatan bagi pedagang yang menjadi nasabah Bank Sampah. “Saat ini sudah ada 45 pedagang yang menjadi nasabah Bank sampah, kami berharap nantinya semua pedagang bisa bergabung,” jelas Ashri.
Sedangkan, kata Ashri, sampah organik akan dikelola dalam bentuk pakan maggot, ecoenzym dan pupuk organik. Sementara, sampah anorganik dimanfaatkan menjadi peluang ekonomi dan modal. “Sampah anorganik dijual lagi ke pengepul yang akan diputar untuk menjadi modal usaha Bank sampah,” terangnya.
Sejauh ini, Bank Sampah TPST Rogojampi telah memproses sebanyak 864 kg sampah organik dan 1.860 kg sampah anorganik per bulan. Kini, bank ini telah berjalan selama enam bulan.
Sementara itu jumlah reduksi carbon dan metan atas pengelolaan sampah ini sebesar 9,12 kg per bulan untuk metan (CH4) dan reduksi karbon sebanyak 22,57 kg.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah melihat secara langsung proses pengelolaan sampah di Bank Sampah TPST Rogojampi ini. Pihaknya, menyaksikan pengolahan sampah non organik dan organik yang masing-masing diproses menggunakan mesin yang berbeda. Termasuk meninjau pengolahan sampah organik dengan metode Maggot Black Soldier Fly (BSF).
“Program mengatasi masalah sampah merupakan salah satu concern dari Pemkab Banyuwangi, karenanya kami menyambut baik program ini dan berterima kasih pada BRI yang turut peduli dalam mengatasi masalah sampah di daerah,” pungkas Ipuk. (rin/kun)
BACA JUGA: Kini Warga Banyuwangi Bisa Nabung Sampah di Pasar






