Mojokerto (beritajatim.com) – Kodim 0815 Mojokerto menggandeng Polri dan Pemerintah menggelar Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2022 di Wilayah Mojokerto Raya. Apel di Lapangan Cikaran Kota Mojokerto digelar untuk memastikan kesiapan personel maupun perlengkapan yang diperlukan untuk menghadapi ancaman bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Al Barra menjadi Inspektur Upacara. Al Barra membacakan sambutan Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati yang berhalangan hadir.
Danrem 082 Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), Kolonel Inf Unang Sudargo, sementara Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto Gaguk Tri Prasetya.
“Topografi wilayah Mojokerto Raya yang cenderung cekung di tengah-tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara. Bagian selatan merupakan bagian pegunungan yang subur, meliputi Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang, dan Jatirejo,” ungkap Al Barra membacakan sambutan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.
Mojokerto juga memiliki gunung api aktif yaitu Gunung Arjuno dan Welirang. Wilayah tengah merupakan bagian dataran dengan dilalui tiga aliran sungai besar yaitu Sungai Brantas, Sungai Sadar dan Sungai Pikatan. Sedangkan bagian utara merupakan daerah perbukitan kapur yang cenderung kurang subur.
“Dengan melihat kondisi geografi dan demografi serta luas wilayah dan karakter kependudukan serta lingkungan memberikan potensi terjadinya ancaman multi bencana alam atau yang kita sebut dengan istilah multihazard yaitu banjir, tanah longsor, banjir bandang, cuaca ekstrem, kekeringan, erupsi gunung api dan gempa bumi,” katanya.
Dengan besarnya potensi ancaman bencana di Kabupaten Mojokerto serta diperkuat baru-baru ini dengan keluarnya press release dari BMKG Juanda Nomor me.02.04/1042/KSUB/X/2022 tentang Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Wilayah Jawa Timur untuk sepekan ke depan. Dimana Kabupaten dan Kota Mojokerto termasuk salah satu daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
“Kabupaten dan Kota Mojokerto termasuk salah satu daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada awal musim penghujan ini. Hal ini dikhawatirkan akan memicu timbulnya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor angin puting beliung maupun hujan es yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat di wilayah Mojokerto Raya ini,” ujarnya.
Bencana tidak mengenal waktu dan bisa terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten dan Kota Mojokerto beserta TNI-polri dibantu relawan dan masyarakat harus mulai melakukan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
“Salah satunya dengan kegiatan Apel Gelar Pasukan Dan Perlengkapan dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2022. Di wilayah Mojokerto Raya ini sebagai wujud kesiapsiagaan kita dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Mojokerto Raya,” tuturnya.
Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, di samping berpotensi menimbulkan bencana alam juga yang patut diwaspadai. Yakni dengan munculnya gangguan kesehatan yang selalu terjadi bersamaan dengan pergantian musim, apalagi saat ini sedang marak munculnya penyakit gagal ginjal akut yang sudah terjadi di berbagai wilayah di Jawa Timur.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mojokerto”]
“Dimana mayoritas terjadi pada anak-anak dibawah usia 5 tahun. Belum lagi adanya potensi wabah Covid-19 varian baru XBB yang sudah terjadi di negara tetangga kita Singapura. Oleh karena itu, mari tingkatkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang terjadi, jaga kesehatan dengan tetap melakukan protokol kesehatan,” urainya.
Melakukan vaksinasi Covid-19 hingga vaksinasi booster, menjaga kesehatan dengan berolahraga rutin dan makan-makanan yang bergizi. Ditemui usai Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2022, Wabup menjelaskan jika TNI-Polri dan pemerintah siap dalam menghadapi kemungkinan adanya bencana.
“Setelah kita lihat perlengkapan dan alat-alat yang dimiliki, TNI-Polri dan pemerintah dalam kondisi siap jika ada musibah yang menimpa Mojokerto Raya. Insya Allah kita siap. Mitigasi juga sudah dilakukan. Rawan longsor daerah selatan, Pacet, Trawas, Jatirejo, sedangkan utara sungai ancaman kekeringan dan banjir yang perlu diwaspadai,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adi Satria, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Mojokerto, Kasi Intel Kajari Kota Mojokerto serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di wilayah Mojokerto Raya. [tin/beq]







