Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pembangunan 1.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih pada 2027.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menerjunkan 3.500 peserta dari 37 provinsi untuk memetakan kondisi riil masyarakat pesisir Indonesia.
“Jangan datang ke lokasi hanya melihat-lihat. Saudara harus benar-benar bertanya kepada nelayan, apa yang mereka butuhkan, bagaimana kondisi mereka, dan apa yang harus dibangun,” kata Sakti Wahyu Trenggono, Jumat (30/10/2026).
Trenggono mengatakan tim penilai wajib menggali masalah lapangan seperti ketergantungan nelayan pada tengkulak dan tingginya biaya operasional melaut. Penentuan lokasi tidak boleh bersandar pada berkas administrasi semata.
“Kadang-kadang mereka tidak punya pilihan. Karena sudah memiliki utang, seluruh hasil tangkapannya harus dijual kepada orang yang memberikan pinjaman, berapa pun harga yang ditawarkan,” kata Trenggono.
Trenggono menjelaskan penguatan sarana dan prasarana penangkapan ikan menjadi kunci perbaikan ekonomi nelayan. Pengalaman program Kampung Nelayan Modern terbukti menaikkan pendapatan nelayan hingga melebihi 50 persen.
“Kalau ditanya kenapa yang dibangun bukan rumahnya nelayan, karena yang mereka pikirkan ketika melaut adalah sarana dan prasarana yang bagus,” katanya.
Trenggono meminta tim survei tidak terburu-buru menilai kawasan pesisir agar memahami kehidupan sosial warga. Penyiapan pembangunan ini berfokus pada pengangkatan harkat dan taraf hidup nelayan.
“Saya ingin menolong saudara-saudara kita yang ada di pesisir. Saya ingin mengangkat harkat dan martabat mereka,” tuturnya.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif mengatakan peserta pembekalan berasal dari akademisi perguruan tinggi, politeknik perikanan, lembaga swadaya masyarakat, dan unit pelabuhan. Tim menjalankan tugas pemetaan sampai pertengahan Desember 2026.
“Kata kunci yang harus kita pegang teguh saat survei atau penilaian calon lokasi KNMP adalah dengarkan masyarakat dan pahami kegiatan ekonominya,” kata Lotharia Latif.
Ketua Satgas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP 2027 Mohamad Abdi mengatakan penentuan calon lokasi memperhitungkan akses pasar, kesiapan lahan, serta infrastruktur pendukung. Tim satgas mematangkan usulan daerah sebelum menetapkan rekomendasi final. [ipl/ian]






