Surabaya (beritajatim.com) – Kiprah Timnas debutan, Komoro di gelaran Piala Afrika 2021 kali ini jadi sorotan. Hal ini karena ada sederet kejadian menarik jelang laga 16 besar lawan tuan rumah Kamerun.
Timnas Komoro baru pertama kali pentas di Piala Afrika. Negara kepulauan kecil yang terletak di timur benua Afrika itu tampil cukup impresif pada babak penyisihan grup dengan mengalahkan timnas Ghana.
Komoro mengantongi satu tiket ke babak knock-out sebagai salah satu peringkat tiga terbaik. Sorotan untuk timnas Komoro pun terus berlanjut. Namun, kali ini untuk beberapa hal yang tidak biasa.
Jelang laga kontra Kamerun, Komoro didera kabar tidak mengenakkan. Dua kiper timnas Komoro dinyatakan positif Covid-19, dan satu kiper lain tidak bisa tampil akibat mengalami cedera.
Kiper bernama Ali Ahamada dinyatakan negatif Covid-19 pada pagi di hari pertandingan, Selasa (25/1) dini hari WIB.Ahamada lantas tidak bisa tampil karena masih harus menjalani masa karantina.
Hasilnya, Timnas Komoro terpaksa memainkan bek Chaker Alhadhur untuk menjadi kiper dadakan di laga melawan Kamerun. Hebatnya, pemain berusia 30 tahun itu tampil cukup impresif di bawah mistar dengan empat kali melakukan penyelamatan krusial.
Pada laga melawan Kamerun sendiri, timnas Komoro sudah harus bermain dengan 10 orang sejak menit ketujuh usai sang kapten, Nadjim Abdou dihadiahi kartu merah.
Hebatnya, Komoro tetap bermain cukup apik dan hanya kebobolan dua gol. Masing-masing melalui gol yang dicetak Karl Toko Ekambi pada menit ke-29. Satu lagi gol dari Vincent Aboubakar di menit 70.
Bukan hanya itu, timnas Komoro bahkan sempat mencetak gol memukau lewat tendangan bebas yang dilepas Youssouf M’Changama saat laga berjalan di menit 81. Komoro pun pulang meninggalkan Kamerun dengan kepala suasana yang cukup sumringah.
Jika dilihat dari statistik pertandingan, Kamerun memang tampil dominan dengan 19 tendangan ke arah gawang. Namun, berkat kecemerlangan penampilan Chaker Alhadhur, timnas Kamerun hanya menang 2-1.
Kejadian lain yang cukup mencengangkan terjadi di luar lapangan. Ada sebanyak enam orang suporter tewas dan puluhan lain luka-luka saat berusaha merangsek ke dalam stadion.
Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) sedang melakukan investigasi atas insiden maut yang diduga disebabkan oleh desain pintu masuk stadion yang tidak memadai. (dan/ian)






