Lamongan (beritajatim.com) – Kicau Mania, komunitas penggemar burung berkicau dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan gelaran Bupati Lamongan Cup 2023. Lomba Burung Berkicau Bupati Cup 2023 digelar di Lamongan Sport Center.
Lomba burung ini diikuti oleh seribu peserta atau kicau mania yang berasal dari berbagai daerah, tak hanya Jawa Timur namun juga Jawa Tengah.
Kali ini, lomba burung lintas daerah itu diinisiasi oleh Komunitas Burung Biang Kerok Lamongan dan Lembaga Amil Zakat Ummul Quro Lamongan.
Ketua Panitia Lomba Burung Bupati Cup 2023, Budianto menyampaikan bahwa kegiatan ini masih masuk dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-454. Kegiatan ini tak semata ditujukan untuk ajang adu gengsi, melainkan untuk wadah silaturahmi antar penggemar burung atau kicau mania.
“Kegiatan ini masih menjadi rangkaian dari Hari Jadi Lamongan ke-454. Kegiatan ini juga dapat dijadikan wadah silaturahmi bagi kicau mania yang hingga kini masih konsisten melestarikan satwa melalui hobi yang dimiliki,” tutur Aryo Gondrong, sapaan akrab Budianto, Senin (3/7/2023).
Baca Juga:
Pesta KenDuren di Lamongan Sediakan 5 Ribu Durian Super
Budianto juga menyebut ada beberapa macam jenis burung yang dilombakan dalam kesempatan ini, di antaranya burung murai, bentet kelabu atau cendet, kenari dan lainnya.
“Semua jenis burung yang dilombakan ini akan dinilai dengan kriteria-kriteria tertentu, baik dari kicauan maupun gaya suara yang dimiliki,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang datang ke lokasi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan dukungan penuh atas digelarnya perlombaan ini.
Baca Juga:
Idul Adha 1444 H, Bupati Lamongan Berkurban 6 Sapi dan 10 Kambing
Dia menilai, hobi yang dimiliki oleh kicau mania ini termasuk dalam hal positif. Pasalnya, selain bisa menumbuhkan ekonomi kreatif, hobi ini juga wujud kepedulian konservasi hayati terutama pada pelestarian satwa.
“Selamat dan sukses atas digelarnya perlombaan burung ini. Tentu Pemkab Lamongan sangat mendukung penuh. Kegiatan ini bisa mengarahkan ke hal positif, baik dari segi pelestatian satwanya maupun dari segi ekonominya,” jelasnya. [riq/beq]






