Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik pertama Poesponegoro memiliki kiprah cukup besar dalam perkembangan Kota Pudak. Dia memiliki garis keturunan Arya Damar, salah satu raja di Palembang.
Di kancah politik, Poesponegoro sudah tidak diragukan lagi. Anak turunannya banyak yang meneruskan jejaknya menjadi kepala daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Anak turunan dari Bupati Poesponegoro ada yang menjadi bupati di Jatim dan Jateng. Misalnya di Rembang dan Jepara,” ujar Budayawan Gresik Kris Aji, Minggu (25/06/2023).
Termasuk Raden Ajeng Kartini. Suami RA Kartini masih keturunan dari Poesponegoro.
Dari historinya, setelah kerajaan Giri Kedaton runtuh, Gresik dikuasai Kerajaan Mataram Islam yang menunjuk Naladika sebagai penggede sebelum KT Poesponegoro menjabat Bupati. Selanjutnya, KT Poesponegoro berkuasa dari tahun 1688-1696 atau selama 8 tahun sampai wafat.
Anak keturunan Poesponegoro itu sampai beberapa generasi memimpin Gresik. Memimpin hingga menjelang kemerdekaan Indonesia.
“Itu dimulai sejak tahun 1926 pasca keturunan terakhir Poesponegoro memimpin Gresik, yakni Kyai T Harjoadinegoro (1847-2926). Nama Bupati sudah tidak Kyai, karena Kyai itu gelar dari keturunan Poesponegoro,” ujar Kris Aji.
BACA JUGA:
Mencuri Pisang, Warga Gresik Dianiaya Hingga Meninggal
Masih menurut Kris Aji, sejarah KT Poesponegoro sebenarnya bisa dijadikan muatan lokal bagi pendidikan siswa SD hingga SMP. Pasalnya, KT Poesponegoro sudah besar kiprahnya dalam hal perkembangan sejarah Kota Gresik.
Kini makam KT Poesponegoro berada satu kompleks dengan makam penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Yakni, Syech Maulana Malik Ibrahim yang merupakan salah satu dari Wali Songo. [dny/but]






