Pasuruan (beritajatim.com) – Warga Desa Lumpang Bolong, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan menggelar tasyakuran. Pasalnya, sudah hampir satu tahun jalan desa mengalami kerusakan parah hingga ditanami pohon pisang.
Warga sendiri sudah menanam pohon pisang selama tiga bulan lamanya. Pohon pisang yang sudah mati ditanam lagi dengan yang baru dan akhirnya membuahkan hasil. “Kapan hari memang jalan sempat ditanami pidang tapi saya juga tidak mempermasalahkannya. Kalau ada jalan rusak warga harus mengusulkannya di musrenbang, lalu kita kawal bersama,” kata Komari, Camat Bangil, Jumat (16/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-kabupaten-pasuruan”]
Pada tasyakuran ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan. Dion sapaan akrabnya mengatakan bahwa warga juga harus saling bahu membahu dalam menjaga jalan. Ia menjelaskan jika perbaikan jalan tersebut ini terhenti akibat pandemi Covid-19.
Untuk itu, kini setelah diperbaiki, dirinya mengatakan bahwa salah satu merawat jalan dengan memastikan jalan selalu dalam keadaan kering. Jika dalam gorong-gorong terdapat sumbatan diharap swadaya untuk membersihkannya. “Warga harus saling swadaya dalam menjaga jalan dengan selalu memperhatikan kebersihan lingkungan. Warga juga sangat bersyukur akhirnya sudah menikmati jalan tanpa adanya lubang,” kata Dion. (ada/kun)






