Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya mengajak masyarakat turut serta menjaga kondusifitas di Surabaya jelang perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tidak menyebar informasi bohong (hoaks). Polisi menilai, persiapan yang dilakukan oleh pihak Forkopimda bisa sia-sia jika masyarakat terpancing untuk menyebarkan informasi bohong.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, keamanan dan rasa nyaman di kota Surabaya bisa tercapai apabila masyarakat juga ikut terlibat. Salah satunya dengan bijak dalam bermedsos. Mengingat, dalam informasi yang ada di medsos sering kali menimbulkan perdebatan dan perselisihan melalui suatu postingan.
“Kami berpesan kepada masyarakat, untuk menggunakan digital secara bijak, menginformasikan hal positif. Namun, bila ditemukan yang negatif dan perlunya dihadiri petugas, maka hubungi 110 atau 112. Kami akan hadir secepatnya merespon informasi yang ada,” imbaunya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2023 di Gedung Mahameru, Polda Jatim, Rabu (21/12/2022) sore.
Yusep juga menegaskan, jika pihak kepolisian akan berusaha maksimal untuk mengamankan kota Surabaya jelang perayaan Natal dan Tahun baru dengan menyiagakan ribuan personel yang berjaga di tempat yang sudah disiapkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tahun-baru”]
“Seperti yang dilakukan tahun lalu, kami tidak lepas dari bantuan seluruh pihak. Untuk pengamanan di Surabaya kami melibatkan kekuatan penuh, 2.435 personel akan kami libatkan total dibantu dengan BKO Polda, Brimob dan Samapta,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, Polrestabes Surabaya akan bersurat pada seluruh kompartemen, stakeholder serta tokoh sentral dan pihak tertentu untuk berperan serta sesuai fungsinya, untuk turut serta menjaga keamanan selama Nataru.
“Sehingga, keamanan Natal dan Tahun Baru 2023 dapat berjalan tertib, aman dan pastinya ibadah dapat dirasakan tanpa kekhawatiran dan gangguan apapun,” pungkasnya. [ang/but]






