Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan murid KB TK Al Falah Surabaya turut memperingati Hari Batik Nasional, pada Senin (3/10/2022). Cara memperingatinya pun beragam, mulai dengan mengenakan baju batik hingga membatik di atas totebag.
Raut wajah gembira tampak dari setiap anak yang mengikuti kegiatan membatik tersebut. Dengan telaten, mereka menggoreskan cat pewarna di atas kanvas totebag menggunakan kuas. Bahkan, sebagian dari mereka juga langsung menggunakan jari-jarinya untuk membatik.
Kepala Sekolah KB TK Al Falah Surabaya, Rina Rahayu S.Psi mengatakan, kegiatan membatik sekaligus mengenakan baju batik ini sebagai cara memberikan pengalaman berharga kepada anak-anak untuk mengetahui budaya Indonesia.
“Mereka bisa mengenal apa itu batik, bagaimana cara membuatnya, (apa saja) macam-macam jenis batik yang ada di Indonesia,” ujar Rina.
Diharapkan, dengan kegiatan semacam ini, anak-anak juga bisa merasa bangga dengan produk asli Indonesia. Terlebih, bangga dengan hasil karyanya sendiri. “Anak-anak hari ini kita ajak menggunakan baju batik, berkreasi membuat seni batik, sehingga mereka cinta produk-produk Indonesia,” katanya.
Saat proses membatik pun, lanjut Rina, anak-anak diberikan kebebasan dalam menciptakan motifnya. Misalnya motif-motif sederhana seperti bunga, kupu-kupu dan sebagainya. Alatnya pun sederhana, yakni kuas dan cat.
“Tidak dengan canting. Itu akan menyulitkan. Kita buat dengan semudah mungkin yang itu bisa dilakukan oleh anak-anak. Jadi hanya sekedar dengan kuas, cat. Mereka berkreasi di atas totebag. Nanti hasil karyanya bisa dibawa pulang, untuk ditunjukkan ke orang tuanya,” jelas Rina.
Ia menambahkan, bahwa pada prinsipnya, lewat kegiatan bebas berkreasi membatik ini, anak-anak bisa terbangun rasa bangganya dengan karya yang dihasilkan. “Kita bangun juga rasa bangga mereka dari hasil karyanya. Alhamdulillah anak-anak bersemangat. Saya lihat ekspresinya dengan baju batik itu gembira sekali,” tambahnya.
Di sisi lain, Rina juga menyampaikan kepada 145 murid KB TK Al Falah tersebut terkait tragedi di Kanjuruhan, Malang. Bukan tanpa alasan, dari situ Rina berharap rasa empati pada anak sejak dini bisa tumbuh.
[berita-terkait number=”4″ tag=”al-falah”]
“Anak-anak kita ajak berdoa bersama. Anak-anak perlu tau juga peristiwa seperti itu bahwa kita harus menjaga perilaku dimana pun berada, saat ini dan sampai dewasa nanti. Kita harus tau mana yang baik dilakukan, yang tidak baik tidak kita lakukan, dan bagaimana kita bersikap yang sebaiknya,” tandasnya.
Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, seluruh siswa di Lembaga Pendidikan Al Falah juga serentak mengenakan baju batik. Di antaranya TK, SD, SMP Al Falah, Surabaya, dan SMP Al Falah Deltasari, Sidoarjo. [ipl/but]








