Surabaya (beritajatim.com) – Dan Kiley merupakan psikolog dari Amerika Serikat yang membuat istilah Peter Pan Syndrome. Peter Pan Syndrome atau man-child merupakan kondisi di mana pola perilaku orang dewasa yang berpikir layaknya anak kecil.
Kondisi ini bukanlah masuk katagori gangguan mental, melainkan kekurangan fungsi seseorang dalam hubungan bermasyarakat. Jika didiagnosis secara medis, hal ini tidak memiliki gejala yang konkret, layaknya penyakit atau gangguan mental.
Namun, bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kasih sayang atau pengalaman negatif dari keluarga atau lingkungan sekitar. Sehingga mempengaruhi cara berpikir orang tersebut.
Adapun beberapa ciri seseorang mengalami Peter Pan Syndrome, di antaranya;
Rasa tidak bertanggungjawab
Orang dengan sindrom ini biasanya akan mengalihkan tanggungjawabnya dengan perilaku atau sikap yang acuh. Misalnya, dengan kalimat tidak peduli, atau asal menjawab tidak tahu. Hal tersebut dilakukannya karena enggan menanggung suatu hal.
Anxiety
Orang tua yang tidak bahagia biasanya salah satu penyebab seseorang mudah merasa cemas. Kebahagiaan palsu pun juga sebenarnya bisa ia rasakan. Tak ayal jika ini dapat sangat mempengaruhi berbagai aspek dalam proses pendewasaan anak.
Kesepian
Rasa kesepian juga kerap dialami oleh seseorang dengan sindrom ini. Ini bisa terjadi akibat pengalaman oran,g tua yang mungkin dulu menggantikan waktu kebersamaan dengan materi. Tak ayal jika kemudian, saat tumbuh dewasa ada perasaan impulsif yang masih tertanam.
Konflik peran gender
Konflik peran gender juga bisa membuat seseorang memiliki pola berpikir yang tidak dewasa. Jika perempuan identik dengan feminim dan pria lebih maskulin, sebenarnya tidak melulu begitu. Ada faktor lain yang bisa mengubah karakter seseorang yang mungkin tidak sesuai dengan gendernya.
Narsisme
Dalam hal ini, definisi narsisme lebih pada mengunci diri dalam fantasi dan melarang dirimu untuk tumbuh dewasa. Misalnya, dengan mengeksplorasi teman sehingga membuat diri terlihat sempurna.
Chauvinisme
Kondisi ini biasanya terbentuk dari proses narsisme, dengan penggambarannya yang bersifat munafik. Pada awalnya mungkin bisa berpikir dewasa, tapi karena dalam sebuah permasalahan justru bersikap sebaliknya.
Enam hal tersebut memang sangat berkaitan, tapi bukan berarti seseorang bisa mendiagnosis dirinya sendiri atau tanpa bantuan ahli. (fyi/ian)






