Gresik (beritajatim.com) – Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan persoalan sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah tuntas di tahun 2024. Hal ini ditegaskan Menteri ATR/Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto saat menyerahkan sertifikasi tanah di Kantor PCNU dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah di Gresik, Rabu (29/03/2023).
Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, alasan memberikan sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di dua organisasi agama terbesar itu karena selama menjaga keutuhan NKRI. Serta menjamin ketenangan dalam melaksanakan ibadah.
Dua ormas bersatu itu, lanjut Hadi, juga membidangi NKRI yang berlandaskan Pancasila. Terkait dengan itu Kementrian ATR/BPN juga memiliki implentasi gerakan sertifikasi nasional khusus tanah wakaf dan rumah ibadah.
BACA JUGA:
Pengurusan Sertifikat Tanah Wakaf Masjid dan Musala di Jember Gratis
“Kami menargetkan permasalahan tanah wakaf maupun rumah ibadah kita selesaikan tahun 2024 tuntas, tanpa terkecuali maupun diskriminasi secara nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini ada 22 hingga 8 bidang tanah yang sudah disertifikasi. Namun, pihaknya juga sudah melakukan MoU dengan PBNU serta PP Muhammadiyah menyelesaikan sertifikasi wakaf maupun rumah ibadah di seluruh Indonesia.
“Di Kabupaten Gresik kami juga melakukan perjanjian kerjasama atau PKS. Dalam rangka akselerasi percepatan daerah ini menjadi kota lengkap. Artinya, seluruh daerahnya sudah terpetakan baik secara parsial maupun yuridis,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Ke Jombang, Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Peluncuran Gerakan Wakaf Indonesia
Dari percepatan itu kata Hadi, kedepan tidak ada gap tumpang tindih. Baik itu buku tanah, surat ukur diunggah ke sistem elektronik. Sehingga, semuanya akurat dan tidak ada kendala lagi.
“Kalau semua sudah masuk ke sistem elektronik. Maka investor akan berduyun-duyun menanamkan investasinya ke Kabupaten Gresik karena sudah ada kepastian hak atas kepemilikan tanah, serta menekan mafia tanah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Gresik, KH. Mulyadi menyatakan pihaknya mengapresiasi adanya percepatan sertifikasi tanah wakaf yang merupakan sinergi NU dengan pemerintah.
“Mudah-mudahan adanya sertifikasi ini yang luar biasa antara PCNU dengan pemerintah semakin erat,” katanya.
BACA JUGA:
Satu Abad NU, LWPNU Sosialisasikan Literasi Wakaf di Lamongan
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua PD Muhammadiyah Gresik, KH. M. Toha Maksum. Pihaknya berterima kasih banyak pada Kementrian ATR/BPN utamanya soal sertifikasi kepada warga Muhammadiyah.
“Kami menyambut positif adanya gerakan sertifikasi nasional yang digagas oleh Menteri ATR/BPN,” paparnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) yang hadir mendampingi menuturkan, pemerintah daerah sudah menyiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mendukung gerakan sertifikasi tanah.
“Harapannya melalui RDTR itu guna menjaring investor datang ke Gresik sebanyak-banyaknya untuk menjadi kota yang lengkap,” pungkasnya. [dny/but]






