Magetan (beritajatim.com) – Kemenag Magetan mengimbau agar para calon jamaah haji (CJH) tak memuat banyak barang. Maksimal berat koper besar hanya 20 kilogram. Sementara untuk koper kecil atau tas tenteng maksimal hanya tujuh kilogram.
Ratusan jamaah haji mulai mengumpulkan kopernya di Kantor Kemenag (Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Magetan, dengan didampingi sanak saudara, Sabtu pagi (27/5/2023). Sebelum ditimbang, para CJH memeriksa kembali barang bawaannya.
Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Magetan Imam Subakto mengatakan berdasarkan aturan dari Kementerian Agama RI, tas yang diperbolehlan dibawa ada 3 jenis. Yakni, koper besar, tas tenteng atau tas koper kecil, hingga tas bahu.
“Untuk tas koper besar isinya maksimal 20 kg, tas tenteng atau tas koper kecil maksimal 7 kg, diikutkan di bus dan langsung dibawa oleh jamaah untuk ditaruh di bagasi bus,” kata Imam, Sabtu (27/5/2023).
Dirinya berpesan, para agar CJH selalu membawa terus tas cangklong atau tas bahu yang berisi surat penting agar memudahkan mereka ketika diminta menunjukkan surat penting.
“Dilarang membawa benda benda tajam,obat obatan yang dilarang pemerintah, gas, dan korek api, karena berbahaya bagi pesawat,” ucapnya.
https://beritajatim.com/berita-redaksi/hut-beritajatim-dan-harapan-besar-di-usia-17-tahun/
Pada kesempatan yang sama Imam Subakti juga menyampaikan, para jamaah haji mulai mengumpulkan koper hari ini, karena mereka akan dilepas keberangkatannya oleh Bupati Magetan Suprawoto di Pensapa Surya Graha pada Minggu pagi (28/5/2023).
“Dikumpulkan sampai jam 13.00 WIB. Tapi kalau ada jamaah haji yang mengumpulkan sore, kami tetap menunggu di Kantor Kemenag,” pungkasnya.
Terpisah, ratusan jemaah haji memberikan tanda unik untuk koper masing-masing. Mulai sekop mainan anak anak, sandal jepit, bola, cangkir, handuk kecil, sampai boneka warna warni, dikaitkan di pegangan koper oleh para pemiliknya.
https://beritajatim.com/berita-redaksi/arumi-bachsin-apresiasi-jatim-pr-award-di-hut-ke-17-beritajatim/
Salah satunya Sareh, CJH asal Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Dia mengaku sengaja memasang sekop mainan anak anak berwarna merah di koper miliknya sebagai pembeda.
“Agar tidak tertukar sama koper-koper milik jamaah haji lainnya. Apalagi di Mekkah Madinah yang kumpul itu jutaan orang dari berbagai negara. Supaya gampang ketika mencari koper saya nanti,” ujar Sareh. [fiq/but]






