Bojonegoro (beritajatim.com) – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat harus mengerahkan armada untuk memasok air bersih ke desa-desa yang mulai kesulitan mendapatkan air.
Pada Rabu (12/8/2026), sedikitnya 24 desa di 13 kecamatan mendapat distribusi air bersih. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi mengatakan, distribusi dilakukan berdasarkan laporan warga serta hasil pemantauan petugas di lapangan.
“Pada Rabu tanggal 12 Agustus 2026 distribusi air bersih dilakukan di 24 desa di 13 kecamatan,” ujar Heru. Jum’at (14/8/2026).
Dikatakan, salah satu wilayah dengan penerima distribusi cukup banyak berada di Kecamatan Sumberrejo. Ada enam desa yang mendapat bantuan, yakni Deru, Sumberharjo, Margoagung, Kayulemah, Tlogohaji dan Bogagin.
Kemudian Kecamatan Ngasem, bantuan dikirim ke Desa Sendangharjo, Trenggulunan, Kolong, Sambong dan Dukohkidul. Sementara di Kecamatan Ngraho, distribusi dilakukan ke Desa Sugihwaras dan Luwihaji.
Bantuan air bersih juga menyasar Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu, Desa Nglampin dan Bondol, Kecamatan Ngambon serta Desa Papringan, Kecamatan Temayang.
Berikutnya Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan dan Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras.
Heru menyebut BPBD masih memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah. Penyaluran air bersih akan dilakukan kembali apabila terdapat permintaan dan laporan warga yang membutuhkan.
“Distribusi kami lakukan berdasarkan kebutuhan dan laporan masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan selama musim kemarau. Warga diminta mengutamakan penggunaan air untuk kebutuhan pokok serta menyiapkan tempat penampungan sebagai cadangan.
“Manfaatkan bak penampungan untuk mencukupi cadangan air harian,” pungkasnya. (fif/aje]






