Ringkasan Berita:
- Kekeringan di Kabupaten Lamongan meluas dari 42 dusun menjadi 52 dusun yang tersebar di 34 desa dan 13 kecamatan.
- Sebanyak 1.618.000 liter air bersih telah didistribusikan selama periode 28 Juli hingga 1 Oktober 2026.
- BPBD Lamongan memetakan 89 desa di 15 kecamatan berpotensi mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau 2026.
- Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat melapor melalui kanal pengaduan darurat BPBD Lamongan di nomor 0811-326-296.
Lamongan (beritajatim.com) – Wilayah di Kabupaten Lamongan yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini terus meluas.
Jika pada pertengahan September lalu kekeringan terjadi di 42 dusun yang tersebar di 12 kecamatan, kini berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, kekeringan telah melanda 52 dusun yang tersebar di 34 desa di 13 kecamatan.
Sebagai upaya penanggulangan jangka pendek, sebanyak 1,61 juta liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan selama periode 28 Juli hingga 1 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan air bersih yang sudah terdistribusi berasal dari APBD Kabupaten Lamongan sebanyak 828.000 liter. Kemudian, dukungan dari APBD Provinsi Jawa Timur mencapai 630.000 liter air bersih.
Bantuan tersebut disalurkan ke 10 kecamatan, 23 desa, dan 50 dusun dengan penerima sebanyak 7.201 KK.
“Kemudian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), sebanyak 160.000 liter air bersih didistribusikan ke tiga kecamatan, lima desa dan 10 dusun. Jika dijumlahkan berdasarkan sumber bantuan, distribusi air bersih mencapai 1.618.000 liter dengan cakupan wilayah yang cukup luas,” kata Sugeng, Selasa (6/10/2026).
Wilayah yang terdampak kekeringan masih berpotensi meluas. Sebab, berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD Lamongan, pada musim kemarau 2026 terdapat 44 desa berstatus desa kritis air dan 45 desa masuk kategori desa langka air.
Dengan demikian, total terdapat 89 desa yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Wilayah tersebut tersebar di 15 kecamatan.
Kecamatan Tikung dan Modo menjadi wilayah dengan potensi terdampak terbesar. Masing-masing memiliki 11 desa rawan kekeringan.
Disusul Kecamatan Kembangbahu, Glagah, Sugio, Mantup, Deket, Lamongan, Sarirejo, Solokuro, Bluluk, Sambeng, Sukodadi, Kedungpring, dan Sukorame yang juga masuk dalam peta kerawanan BPBD.
Oleh karena itu, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih diimbau untuk segera melapor melalui kanal pengaduan darurat BPBD Lamongan. Layanan tersebut dapat dihubungi melalui 0811-326-296.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Jika memang masih terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. [fak/beq]






