Surabaya (beritajatim.com) – Kemenangan Persebaya atas Madura United dengan hasil akhir 2-1 di laga lanjutan BRI Liga 1 menjadi keuntungan bagi tim asal Surabaya.
Aji Santoso, Pelatih Persebaya merasa bersyukur dengan hasil kerja keras tim besutannya. Pasalnya, kemenangan yang diciptakan adalah bekal tim untuk bisa melaju di jalur juara yakni bertahan di lima besar klasmen.
“Pertandingan melawan Madura United ini cukup menegangkan tapi Alhamdulillah kita dapat poin dan bisa berjalan di jalur juara atas kemenangan ini,” ungkap Aji.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
Namun, dibalik kemenangan Persebaya, Aji Santoso kecewa kepada wasit yang memimpin pertandingan. Pasalnya, di menit ke 71 wasit membuat keputusan yang merugikan Persebaya dimana Samsul Arif dijatuhkan di kotak pinalti Madura United namun tidak menganggap wasit sebagai pelanggaran.
Aji menilai kepemimpinan yang dilakukan tidak fair, ia telah melihat tayangan ulangan bagaimana kasus yang terjadi pada Samsul Arif dan Ricky Kambuaya.
“Saya tidak habis pikir bagaimana keputusan wasit ketika Samsul dijatuhkan. Saya akhirnya melihat tayangan ulangnya, sudah jelas itu pinalti namun apa yang terjadi biar masyarakat saja yang menilai bagaimana keadaan yang terjadi,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Aji, ia tak mau mengkritik kinerja wasit lebih jauh. Ia hanya berharap bisa seadil mungkin saat pertandingan. [rea/kun]






