Malang (beritajatim.com) – Kekecewaan Aremania pada Arema FC mulai memuncak. Hal itu buntut dari sikap manajemen yang dianggap abai atas persoalan hukum yang sedang diperjuangkan Aremania dalam pengusutan kasus Tragedi Kanjuruhan.
Salah satu Aremania dari wilayah Malang Barat, yakni Udin menyebut kini mereka ramai-ramai melakukan unfollow atau berhenti mengikuti akun twitter @AremafcOfficial sebagai bentuk protes. Mereka memandang manajemen pasif dan tidak berada dalam barisan suporter yang sedang menuntut keadilan atas meninggalnya 135 nyawa dan 600 lebih suporter yang terluka.
“Gerakan unfollow akun Arema FC saya sangat setuju. Soalnya sejak kejadian Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 sampai sekarang dari manajemen dan petinggi yang lain seolah menutup mata menutup hati dan telinga mereka. Soalnya sampai sekarang belum ada tindak lanjut terutama bantuan hukum untuk mendampingi teman-teman Aremania untuk mengusut Tragedi ini,” ujar Udin.
“Kami menghargai dan mengapresiasi pihak manajemen yang sudah membantu untuk pemberian santunan. Yang kita butuhkan bukan hanya itu, karena sebesar apapun santunan tidak akan bisa menghidupkan saudara kami 135 nyawa Aremania yang direngut paksa tersebut,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Pantauan oleh Beritajatim.com akun media sosial twitter milik Arema FC kehilangan sejumlah pengikut. Data pada Kamis, (1/12/2022) kemarin pukul 15.52 WIB terdapat 1.364.192 pengikut. Sedangkan pantauan pada Jumat, (2/12/2022) pukul 12.30 WIB pengikut akun twitter Arema FC sudah berkurang menjadi 1.363.661.
“Kalau sekarang dari manajemen tidak ada satu pun yang keluar. Jadi ini yang kami sayangkan, sesalkan dan sangat mengecewakan. Jadi lebih kepada kekecewaan terhadap tim kebanggaan, yang kita banggakan. Ternyata dalam situasi ini mereka seolah lepas tangan,” kata Udin.
Udin menuturkan, bahwa yang harus dilakukan oleh manajemen saat ini adalah turut bersama-sama mengawal pengusutan Tragedi Kanjuruhan. Jika manajemen tetap memilih bungkam dan abai. Maka Aremania mengancam akan berhenti memberikan dukungan pada klub.
“Jadi yang kami harapkan dari pihak manajemen dan juga pihak terkait. Marilah bersama-sama kita kawal kasus ini sampai tuntas. Mengawal dengan sungguh-sungguh dari bantuan hukum dan lainnya. Insya Allah kalau memang manajemen mau turun juga di jalur hukum saya yakin dengan kerelaan Aremania mereka akan kembali,” tandas Udin. [luc/but]






