Mojokerto (beritajatim.com) – Truk box dan pikap mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa pesangrahan, Kecamatan kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/4/2023). Kecelakaan diduga terjadi akibat kedua kendaraan saling menghindari tabrakan saat melaju kencang dari arah berlawanan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut melibatkan truk box nopol L 9671 VT muatan sembako dan pikup Isuzu Traga nopol W 9397 PG bermuatan gambas. Truk box yang dikendarai Sujarwo (44) warga Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya melaju dari arah utara.
Setiba di lokasi, tepatnya depan Puskesmas Pesanggrahan, pikup muatan sayur yang dikendarai Ocvido Bagus Sholeh (28) warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, datang dari arah berlawanan. Sopir pickup mendahului kendaraan dari sisi sebelah kanan.
Karena jarak sudah dekat, sopir pickup banting setir ke kanan menabrak tiang listrik. Sedangkan truck box nopol L 9671 VY juga banting setir ke kanan menabrak kendaraan truk yang parkir dan siswa pejalan kaki yang yang berada di bahu jalan sebelah barat.
Akibatnya, laju kedua kendaraan pun tak terkendali. Truk menghatam tiang lampu jalan dan terguling tepat di depan Gang Ketidur 05 sedangkan pikap terguling di depan gapura Puskesmas Pesanggaran. Siswi MI Mojojejer terserempet truk box dan terjatuh. Kaki korban tertimpa truk box.
Kedua sopir truk dibawa ke Puskesmas Kutorejo, sementara siswa MI Mojojejer asal Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Kecelakaan lalu-lintas tersebut memicu kemacetan panjang di jalur provinsi tersebut. Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Mojokerto turun ke lokasi berusaha mengatur arus lalu lintas. Sekitar pukul 12.30 WIB, truk telah dievakuasi dan ditarik dengan mobil derek.
Saksi, perawat Puskesmas Pesanggrahan, Taris Mareta mengatakan, truk warna merah dari arah Mojosari mau mendahului. “Mau mendahului ternyata dari arah Pacet ada mobil sayur ini. Mobil sayur ini langsung banting setir,” ungkapnya.
Usai banting setir, lanjut Mareta, mobil menabrak tiang. Diduga kedua kendaraan bersenggolan sehingga truk terpelanting dan terguling. Ia mengaku tidak melihat anak sekolah karena dari ruangan tempatnya kerja tidak terlihat anak sekolah.
“Kalau dari ruangan saya tidak terlihat ada siswa sekolah. Ada siswa yang jatuh di seberang jalan, tidak kelihatan. Kondisi sopir tidak apa-apa. Sopir satunya saya tidak tahu, kalau siswa tadi sempat di bawa ke sini mengalami sesak nafas,” katanya.
https://beritajatim.com/peristiwa/dua-truk-di-mojokerto-dilempari-batu-orang-tak-dikenal/
Diduga korban mengalami sesak nafas karena ada asap dari mobil. Mareta menjelaskan, tidak ada korban dari pengendara sepeda motor. Hanya dua sopir dan satu anak sekolah yang dibawa ke Puskesmas Pesanggrahan untuk mendapatkan perawatan.
Sopir pick up, Oktavia Bagus mengaku, berjalan dari arah utara ke selatan. “Mau menyalip truk, tidak dikasih jalan tambah kencang truknya. Saya banting setir ke kanan, saya buang ke kanan karena kalau saya buang ke kiri jelas nempel karena sudah lurus sejajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Iptu J Wihandoko mengatakan, kecelakaan lalu-lintas terjadi diduga karena kurang hati-hatinya atau lalainya pengemudi pickup nopol S 9397 PG. “Pada saat mendahului kendaraan didepannya kurang bisa mengantisipasi arus lalu lintas yang berjalan dari arah berlawanan,” tegasnya. [tin/but]
![Kecelakaan Mojokerto, Truk dan Pikap Terguling Evakuasi kendaraan yang terlibat di Jalan Raya Desa pesangrahan, Kecamatan kutorejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230410_175131_GzsS316I6I.jpeg)






