Jombang (beritajatim.com) – Sebuah kebakaran hampir menewaskan tiga ekor sapi di kandang milik Subianto (65), warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Senin dini hari, 27 April 2026, sekitar pukul 01.15 WIB.
Api diduga berasal dari pembakaran jerami yang digunakan untuk mengusir nyamuk di kandang berukuran 6 x 6 meter tersebut. Kejadian ini menghebohkan warga setempat dan berakhir tanpa adanya korban jiwa.
Menurut petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Jombang, Andrik Prasetyo, upaya pemadaman pertama dilakukan oleh Subianto dan warga setempat dengan menggunakan alat seadanya. Namun, kuatnya hembusan angin menyebabkan api cepat membesar. “Sekitar jam 01.40 WIB, mobil pemadam dari PMK dan BPBD tiba. Kami berhasil memadamkan api pada pukul 02.50 WIB,” kata Andrik.
Kapolsek Perak, Iptu M. Supriyo, juga membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, api berasal dari pembakaran jerami yang tidak terkendali. “Api dari jerami tersebut menjalar ke kandang dan membakar,” jelas Supriyo.
Sebelum api menyebar lebih luas, seorang saksi yang sedang menuju kamar mandi mendengar suara letupan yang berasal dari belakang rumah. Setelah memeriksa, dia mendapati kandang sapi milik Subianto terbakar.
Saksi kemudian membangunkan Subianto dan berteriak meminta bantuan warga sekitar. Bersama-sama, mereka berusaha memadamkan api sambil mengevakuasi tiga ekor sapi yang terancam.
Upaya pemadaman yang dilakukan warga tersebut cukup cepat, tetapi api sudah terlanjur melahap sebagian besar kandang. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran berhasil mengatasi kebakaran setelah lebih dari satu jam kerja keras.
Kebakaran ini kemudian dilaporkan ke Polsek Perak untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian dan BPBD berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama dalam pembakaran jerami untuk keperluan sehari-hari. [suf]






