Gresik (beritajatim.com) – Pekerjaan konstruksi kawasan heritage sudah tahap finishing. Sesuai site plannya, kawasan tersebut akan selesai pada 14 Oktober 2022. Sampai saat ini, sudah berproses 96 persen. Tinggal melakukan pembangunan jalan di makam Maulana Malik Ibrahim.
Sebelumnya, jalan yang menuju makam Maulana Malik Ibrahim bisa rampung sebulan yang lalu. Namun, ada kendala di lapangan. Pasalnya, kontraktor pun kesulitan melakukan pembangunan jalan disana.
“Ada beberapa kendala disana, jika di ruas lain sudah aspal semua, tinggal disini yang belum. Sebetulnya sudah sebulan lalu jalan disini bisa selesai,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Balai Prasarana Permukiman Wilayah 1 Provinsi Jawa Timur, Rekyan Puruhita Sari, Kamis (6/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Rekyan menambahkan, terkait dengan penataan kawasan heritage ini. Pihaknya mengaku sering ke lokasi proyek untuk mencari solusi. Apalagi beberapa waktu lalu paving dengan mutu yang sudah diuji sudah dilokasi. Tapi, karena dinilai tidak sesuai mutu, akhirnya dilakukan return. “Sebetulnya itu sudah melalui tahap uji coba sebelum dipasang,” imbuhnya.
Rekyan berharap agar jalan tersebut bisa dilakukan penutupan sementara. Yakni dalam waktu seminggu agar proyek bisa segera selesai. Sebab, selama ini jalan itu enggan dilakukan penutupan. Hal ini karena jalan tersebut menjadi salah satu jalan bagi para peziarah menuju ke makam Malik Ibrahim. Padahal lokasi parkir bagi peziarah sudah disediakan Pemkab Gresik di Terminal Lumpur. “Kami butuh waktu seminggu saja ditutup agar cepat selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Proyek, Agus mengatakan, capaian progres saat ini mencapai 96 persen. Sudah masuk ke tahap finishing. Apalagi di lapangan para pekerja tinggal melengkapi bagian-bagian yang kurang. “Semuanya sudah lengkap dan terpasang, tinggal melengkapi saja,” paparnya.
Kawasan heritage yang dikelilingi Jalan Basuki Rahmat, Jalan AKS Tubun, dan Jalan Setia Budi. Tiga jalan itu sudah dilakukan dua lapis pengaspalan. Sementara empat ruas lainnya sedang proses pengerjaan. [dny/kun]






