Ponorogo (beritajatim.com) – Ditemukannya botol pestisida di dekat almarhum Fauzi (40), menimbulkan kecurigaan dan dugaan korban meninggal karena meminum obat tersebut. Sebab obat pestisida itu juga sudah dalam keadaan kosong saat Tim SAR menemukan bersamaan dengan korban.
“Kemungkinan saja, itu bisa saja terjadi. Kok ada barang itu di samping korban. Namun untuk informasi lebih lanjut bisa ke pihak kepolisian,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Rabu (3/11/2021).
Sebab indikasi dan keterkaitan kematian korban dengan adanya pestisida itu, yang mempunyai kewenangan dari kepolisian. Tim SAR yang jelas selain menemukan korban, juga ditemukan barang itu disamping korban. Selain itu, pihak keluarga pun tidak tahu jika korban membawa obat-obatan tersebut. “Keluarga tidak tahu korban membawa-bawa obat pertanian seperti pestisida,” ungkapnya.
Budi, sapaan akrab Setyo Budiono menceritakan bahwa pihak keluarga sempat dipamiti, sebelum korban pergi dari rumah dan dilaporkan hilang. Kepada sang istri, Budi menyebut bahwa korban pamit mau pergi jauh. Korban ingin mencari udara yang dingin.
“Menurut keterangan dari keluarga, korban sempat berpamitan kepada istrinya. Korban pamit mau pergi jauh. Dia mau mencari udara yang dingin,” katanya.
Pamit mencari udara yang dingin itu, tidak dinyana keluarga, menjadi pesan dan pertemuan terakhir korban. Setelah itu, korban menghilang, hingga ditemukan 4 hari kemudian dalam keadaan meninggal di gunung Seketing, Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, Ponorogo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bunuh-diri”]
Diberitakan sebelumnya, petunjuk penemuan Fauzi (40), warga Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo Ponorogo yang dilaporkan hilang sejak 4 hari yang lalu, berawal dari Tim SAR yang menemukan barang-barang milik korban.
Barang-barang itu meliputi jaket, korek api, rokok, masker dan obat sakit kepala. Selang 10 menit kemudian atau jarak kira-kira 100 meter, barulah ditemukan korban. “Korban Fauzi ditemukan telentang, sudah dalam keadaan meninggal,” kata Setyo Budiono.
Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, memakai baju dan celana. Diperkirakan korban sudah meninggal selama tiga hari. Sebab, jasadnya sudah mulai membusuk. Korban kemudian dimasukkan ke kantong mayat. Barulah dilakukan proses evakuasi.
“Dalam proses ini, tim SAR memerlukan waktu yang tidak sebentar. Sebab harus menurunkan korban dari ketinggian. Beruntung, mobil bisa melewati lereng gunung, sehingga tidak terlalu jauh Tim SAR membawa korban dari tempat kejadian ke lokasi mobil,” pungkasnya. [end/suf]






