Sumenep (beritajatim.com) – Kasus teror yang menimpa Penasihat Barisan Relawan Infant Gibran (Brigib) Sumenep, Madura, Sulaisi Abdurrazaq, di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep masih menjadi misteri.
Satu sepeda motor terbakar hangus menyisakan kerangka. Sepeda motor yang diparkir di sisi rumah Sulaisi tiba-tiba terbakar pada dini hari.
Diceritakan Sulaisi yang juga seorang advokat tersebut, pada malam hari saudara ipar Sulaisi mendengar suara keras seperti suara ledakan tepat di sisi barat rumah Sulaisi.
Setelah itu kemudian terdengar suara seperti benda terbakar dan baru tercium bau kebakaran.
Sulaisi pun kemudian keluar rumah dan betul saja sebuah sepeda motor yang diparkir di sisi rumahnya terbakar hangus.
Dinding rumah cat krim itu pun juga turut gosong berwarna hitam hangus bekas kobaran api dari motor yang terbakar tersebut.
Masih dari pengakuan Sulaisi, pada malam itu dirinya mendengar suara sepeda motor ngebut lewat depan rumahnya. Sebelum itu, kaca rumahnya juga dilempar.
Kejadian ini langsung ditindaklanjuti oleh Polres Sumenep dengan mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP dan mendengar kesaksian beberapa saksi.
Hasilnya, kepolisian tidak menemukan hal yang mengarah pada bahan peledak. Polisi memastikan bahwa kejadian tersebut bukan sebuah ledakan melainkan kebakaran.
“Kami sudah ke lokasi dan sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Yang terjadi itu adalah kebakaran sepeda motor Honda Revo milik Sulaisi,” terang Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti usai melakukan oleh TKP, Senin (29/1/2024).
Mengenai apakah kasus teror ini berkaitan dengan politik, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terlebih menggali motif yang dilakukan oleh pelaku pembakar motor tersebut. (ian)






