Ngawi (beritajatim.com) – BPBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Ngawi melakukan sterilisasi tiga pasar hewan di Kabupaten Ngawi, Jumat (27/01/2023). Tiga pasar hewan tersebut yakni pasar Samben Kecamatan Karangjati, Pasar Hewan Kandangan Kecamatan Ngawi, dan Pasar Hewan Gentong Kecamatan Paron.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Agung Prasetyo menyebut sterilisasi itu dilakukan karena tingginya kasus penyakit mulut dan kuku yang menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Ngawi. Sterilisasi dilakukan untuk meminimalisir penyebaran PMK.
“Kami bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan sterilisasi. Kami semprotkan disinfektan di tiga pasar yakni Pasar Kandangan, Pasar Samben, dan Pasar Gentong. Tiga pasar ini cukup ramai untuk jual beli hewan ternak,” kata Agung, Sabtu (28/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit-PMK”]
Dia mengungkapkan, selain sterilisasi tersebut pihaknya juga mengimbau para penjual ternak agar membawa ternak yang sehat saja saat ke pasar hewan. Ternak yang tidak sehat tidak akan diperkenankan memasuki kawasan pasar.
“Ini untuk upaya antisipasi juga, sehingga bisa lebih maksimal. Aturannya hanya ternak yang sehat saja yang boleh masuk. Data terakhir kan ada 281 kasus aktif di Ngawi, perlu antisipasi yang ketat agar penyebaran bisa ditekan,” katanya.
Dia mengatakan jika penyemprotan bakal dilakukan secara berkala ke sejumlah pasar hewan di Ngawi. Pun, masyarakat yang memiliki ternak agar selalu memantau dan melaporkan jika ada gejala PMK yang dialami ternaknya. (fiq/kun)






