Blitar (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar membludak usai libur Lebaran 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat total 45 pasien menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat positif Covid-19.
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Endro Pramono membenarkan jika kasus Covid-19 mulai mengalami tren kenaikan utamanya saat lebaran ini.
“Pasien Covid-19 yang aktif tersebut dirawat di berbagai rumah sakit di Kabupaten Blitar,” kata Endro, Kamis (4/5/2023).
45 pasien yang dirawat di beberapa rumah sakit seperti RSUD Ngudi Waluyo, RSUD Srengat, RS Mardi Waluyo dan beberapa rumah sakit lain. Endro menjelaskan kasus Covid-19 mengalami tren kenaikan sejak lebaran.
Penambahan kasus terbanyak terjadi pada 27 April 2023 mencapai 11 kasus dalam sehari. Endro meyakini penambahan kasus Covid 19 sebenarnya lebih besar namun banyak yang tidak terdeteksi karena tidak melakukan pengecekan.
Baca Juga:
Puluhan Perlintasan Kereta Api di Blitar Tanpa Palang Pintu
“Jumlah tersebut merupakan yang terdata di Dinkes ya tapi kalau secara keseluruhan pasti jauh lebih banyak,” imbuhnya.
Adapun gejala penyakit yang dialami oleh masyarakat usai lebaran ini adalah demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, batuk dan gejala lain yang menyerupai flu dan batuk.
Endro memastikan gejala yang dirasakan tentu lebih ringan karena banyak masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Angka kematian akibat Covid-19 juga akan lebih rendah.
“Kalau gejala masih sama yakni mirip dengan flu dan batuk, meski tidak sampai fatal soalnya masyarakat sudah vaksin,” tegasnya.
Baca Juga:
Membran Masjid Ar-Rahman Blitar Terbakar Usai Kejatuhan Balon Udara
Peningkatan jumlah kasus harian Covid-19 ini terjadi setelah masyarakat berkumpul tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu adanya varian baru yakni Arcturtus juga mendorong terjadinya peningkatan jumlah kasus.
Arcturtus ini merupakan varian Covid-19 yang memiliki penyebaran cukup cepat. Varian covid 19 jenis ini juga bisa mengenai siapa saja termasuk warga yang telah melakukan vaksinasi booster.
“Terutama adanya varian arcturtus,yang cepat menular dan tidak memandang pernah atau blm vaksin,” paparnya. [owi/beq]






