Magetan (beritajatim.com) – Pemasangan early warning system (EWS) banjir di Kabupaten Magetan baru direalisasikan tahun 2020. Sekitar Rp 73 juta digelontorkan untuk membeli alat peringatan yang telah dipasang di dekat kawasan Desa Jajar dan Ngelang.
‘’Pemasangan sudah selesai, satgas EWS sudah dibentuk, khususnya dari beberapa desa di Kartoharjo yang rawan banjir,’’ kata Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa, Selasa (23/11/2021).
Pemasangan EWS bakal dilengkapi dengan relawan. Khususnya di masing- masing desa di Kecamatan Kartoharjo yang termasuk rawan banjir. Selain dikoordinir, mereka dilatih untuk memberikan edukasi dan asessment. Sekaligus, membantu warga dalam evakuasi.
‘’Komunikasinya harus terjaga, mengingat bencana banjir kerap datang tiba – tiba,’’ katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-magetan”]
Mengingat bencana banjir tahun 2019 silam mengakibatkan kerugian sekitar Rp 1 miliar. Khususnya lahan pertanian. Sehingga, pencegahan kali ini harus maksimal. Dia pun menyadari kalau perlu upaya lain untuk menanggulangi banjir. Bukan hanya pola hidup masyarakat yang harus diubah, beberapa sungai juga butuh normalisasi. ‘’kami serahkan upaya normalisasi pada DPUPR,’’ katanya. (fiq/ted)






