Sampang (beritajatim.com) – Diduga perahu dihantam oleh ombak saat cuaca ekstrim, Iksan nelayan asal Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, terlempar ke dalam laut dan tenggelam.
Kapolres Sampang AKBP Siswantoro melalui Kasat Polairud Iptu Catur Rahardjo menjelaskan, bahwa nelayan yang tenggelam tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB Minggu (30/4/2023) kemarin.
Ia menceritakan, sebelum kejadian naas itu, korban berangkat sendirian mencari ikan menggunakan perahu mesin. Namun, hingga Magrib korban belum pulang.
Sementara nelayan dari Desa Mandangin diantaranya Pardi (30), Bahrul (28), Pak Juriyeh (40) dan H. Muis (60) melihat perahu milik korban terombang ambing di tengah laut dengan kondisi mesin hidup namun tanpa awak.
Kemudian empat orang saksi tersebut berusaha mencari keberadaan korban akan tetapi tidak ditemukan, lalu perahu mesin milik Ikhsan dibawa menuju Pulau Mandangin.
“Setelah mendapat laporan kami bersama Badan Penangulangan Bencana Daeeah (BPBD) melakukan SAR laut untuk mencari keberadaan korban Ikhsan,” terang Catur, Selasa (2/5/2023).
https://beritajatim.com/peristiwa/jalan-nuri-sampang-berubah-jadi-kolam-renang-dadakan/
Catur menjelaskan, personil gabungan pencarian korban tengelam itu menggunakan kapal polisi KP.X-1046 dengan melakukan penyisiran dari pulau Mandangin ke barat sampai perbatasan Modung, Kabupaten Bangkalan, kemudian menuju utara sampai ke pinggir pantai di Kecamatan Sreseh.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau kepada para nelayan untuk ikut membantu melakukan pencarian korban Iksan. Sembari melaut mencari ikan.
“Saat melakukan pencarian kami juga mengimbau kepada nelayan yang kami temui di laut untuk ikut membantu melakukan pencarian korban,” tandasnya.[sar/ted]






