Sumenep (beritajatim.com) –. Sekitar 50 mahasiswa kepulauan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kangean Sumenep (IMKS) berunjukrasa ke kantor Bupati sumenep. Mereka mendesak agar kapal ke Pulau Kangean segera dioperasikan.
“Sudah 1 tahun kapal DBS III beroperasi. Alasannya perbaikan. Sekarang kapal DBS I juga tidak beroperasi. Alasannya sudah masuk waktu docking. Ini menyebabkan transportasi ke kepulauan terhambat,” kata Korlap Aksi, Ahmad Hari Hasan, Senin (07/03/2022)
Sambil berorasi, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan ‘Segera operaaikan kapal-. Selain itu, mahasiswa juga membawa poster bertuliskan protes. ‘Satu kata untuk bupati. Untuk kebohongan, untuk ketidakadilan’, ‘Rindu ayang tapi gak bisa pulang, gak ada kapal’.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo”]
PT Sumekar adalah salah satu BUMD Sumenep yang menjadi operator pelayaran kapal Dharma Bahari Sumekar atau DBS III dan DBS I milik Kapal tersebut melayani rute Pelabuhan Kalianget – Pulau Kangean. “Tidak beroperasinya kapal DBS tidak hanya menyulitkan kami yang akan pulang Kangean, tetapi juga menghambat pengiriman sembako,” terang Hari Hasan.

Sejak tidak beroperasinya dua kapal yang dikelola Pemkab itu, maka jalur ke Pulau Kangean hanya dilayari satu kapal perintis. Karena itu, mahasisa Kangean mendesak agar Kapal DBS segera dioperasikan. “Pak Bupati, kami minta kapal ke pulau segera dioperasikan. Copot saja Direktur PT Sumekar kalau tidak becus mengelola kapal DBS,” tandasnya.
Puas berorasi, mahasiswa sempat berupaya masuk ke dalam Pemkab menemui Bupati. Namun tidak bisa karena terhalang kawat berduri yang dipasang aparat kepolisian di sekeliling Kantor Pemkab. Karena tidak berhasil masuk, mahasiswa pun kembali ke depan Pemkab, duduk bersila di jalan sambil membaca Surah Yasiin. (tem/kun)






