Jember (beritajatim.com) – Ada kabar duka pada hari terakhir turnamen sepak bola amputasi Piala Bupati Jember, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (19/3/2023) siang.
Sesuai jadwal, seharusnya semifinal antara Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) melawan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama) dan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Madura (Persam) melawan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) digelar pada Minggu pagi. Final digelar pada Minggu sore.
Namun, panitia memutuskan dua pertandingan semifinal berakhir dengan kemenangan WO, masing-masing untuk Persaid dan Persas. Dengan demikian, final mempertemukan kedua tim tersebut yang berakhir dengan kemenangan Persaid dengan skor 4-1.
BACA JUGA
Persaid Juara Sepak Bola Amputasi Piala Bupati Jember
Keputusan WO ini tak lepas dari duka yang dialami bebarapa pemain tim semifinalis. “Madura mengundurkan diri lebih dulu karena kehabisan pemain akibat kelelahan dan cedera,” kata M. Agus Sabirin, Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Jember selaku penyelenggara.
Jumlah pemain yang dibawa Persam memang terbatas, hanya delapan orang. Sementara dalam pertandingan penyisihan grup pada Jumat (17/3/3023), mereka harus bermain dua kali dalam sehari melawan Pasuruan Amputeen Football Club dan Persama. Mereka memang berhasil memenangkan semua pertandingan itu. Namun tak pelak para pemain kelelahan.
BACA JUGA:
Main 2 Kali Sehari, Tim Sepak Bola Amputasi Madura Cetak 5 Gol
Selain itu, menurut Agus, ada juga pemain dari salah satu tim semifinalis yang harus pulang karena harus menjalani kemoterapi. “Ada juga yang harus pulang karena orang tuanya sakit,” katanya. Bahkan pertandingan final Persaid melawan Persas diawali dengan mengheningkan cipta untuk berdoa bagi orang tua pemain yang sakit.
Menurut Agus, sebenarnya Persam Malang siap bertanding. “Namun karena kasihan dengan Jember, maka mereka memutuskan tidak bermain. Andai tadi Nalang bermain melawan Jember dan Jember masuk final, sudah dipastikan pemain Jember akan kehabisan tenaga saat melawan Surabaya yang masuk final setelah menang WO lebih dulu,” katanya.
Dengan hasil WO ini, maka Persam Madura dinyatakan menjadi juara ketiga dan Persama juara keempat. “Peringkat ketiga dan keempat ditentukan dari hasil babak penyisihan grup. Persam mendapat enam poin dari dua pertandingan dan Persama tiga poin dari dua pertandingan,” kata Rixhie Saputra, pelatih Persaid Jember yang juga direktur teknik Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI).
Piala Bupati Jember digelar di di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, 15-19 Maret 2023. Enam tim yang berpartisipasi adalah Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Madura (Persam), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama), dan Pasuruan Amputee Football Club (PAFC). [wir]






