Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto di awal tahun 2022, terus meningkat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ada 70 kasus DBD yang tersebar di 17 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Dinkes Kabupaten Mojokerto, RSUD Prof Dr Soekandar, RSUD RA Basuni dan Camat se-Kabupaten Mojokerto. Rakor digelar di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Rakor tersebut membahas terkait adanya peningkatan kasus DBD yang menyerang khususnya anak-anak di Kabupaten Mojokerto. Kasus DBD tersebar di 17 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Semakin hari, kasus semakin meningkat hingga menyebabkan satu anak meninggal dunia.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, naiknya kasus DBD tersebut disebabkan karena peralihan cuaca, dari musim kemarau ke musim penghujan sehingga kelembaban udara yang tinggi menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti, mudah bersarang. Khususnya anak-anak.
“Puskesmas di wilayah masing-masing agar melakukan identifikasi penyakit pada orang terpapar penyakit DBD. Kita harus bergerak cepat, jangan nunggu lama. Kalau ada yang positif langsung segera dibawa ke puskesmas, jangan nunggu sakit dulu. Harus segera dilakukan pendataan untuk pengendalian tersebut,” ungkapnya, Senin (17/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”demam-berdarah”]
Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini meminta agar segera dilakukan pemberantasan sarang nyamuk, membersihkan genangan air dan foogging untuk meminimalisir penyakit DBD. Hingga pertengahan bulan Januari 2022, data Dinkes Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ada 70 kasus DBD.
Sebanyak 70 kasus DBD tersebut tersebar 17 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Kecamatan Sooko sebanyak sembilan kasus, Kecamatan Trowulan enam kasus, Kecamatan Puri sembilan kasus, Kecamatan Mojoanyar tiga kasus, Kecamatan Bangsal tujuh kasus.
Kecamatan Gedeg satu kasus, Kecamatan Kemlagi empat kasus, Kecamatan Dawarblandong satu kasus, Kecamatan Jetis sembilan kasus, Kecamatan Mojosari lima kasus, Kecamatan Pungging dua kasus, Kecamatan Ngoro satu kasus.
Kecamatan Dlanggu tiga kasus, Kecamatan Kutorejo empat kasus, Kecamatan Pacet dua kasus, Kecamatan Gondang satu kasus dan Kecamatan Jatirejo tiga kasus. Sementara, Kecamatan Trawas sampai saat ini, masih nihil dari kasus DBD. [tin/ted]






