Jember (beritajatim.com) – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2023 akan menitikberatkan penguatan ekonomi masyarakat. Terutama kalangan bawah yang terdampak ancaman krisis ekonomi.
“Grass root harus kita kuatkan. Salah satunya saya akan membuat Jember Night Market. Ada seperti pasar malam. Lokasinya bisa di depan Pasar Tanjung dan daerah Matahari (Johar Plasa), itu kan jalannya kosong, bisa dimaksimalkan,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, ditulis Selasa (11/10/2022).
Nantinya dalam Jember Night Market akan ada panggung yang mementaskan kesenian tradisional dan budaya lokal. Sehingga memadukan kegiatan ekonomi sekaligus budaya.
“Seperti itu konsepnya. Begitu ada satu aktivitas di Jember dengan massa cukup besar, minimal sponsor datang. Orang akan pasang iklan di Jember. Kalau pasang iklan di Jember, bayar pajak,” kata Hendy.
“Kalau orang pasang iklan di Jember, orang akan melihat ada apa di Jember. Jumlah penduduk Jember 2,6 juta orang. Tidak main-main. Ditambahi tamu-tamu dari kabupaten tetangga,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Sejak Oktober hingga Desember 2022, Hendy berharap akan ada banyak kegiatan di Jember. Sehingga Jember Night Market akan diagendakan tahun depan.
Selain Jember Night Market, Hendy mengandalkan program J-Berteman (Jember Bersih Tertib Nyaman) yang merekrut ribuan orang untuk bekerja di sektor kebersihan kota. Ia berharap dapat merekrut warga Jember lulusan SD, SMP, dan SMA yang belum bekerja.
“Mereka butuh pekerjaan. Kalau mengandalkan bantuan sosial saja, (uang) langsung habis,” katanya.
Hendy meminta dukungan. “Karena keterbatasan anggaran, mungkin gajinya tidak sampai nominal UMR (Upah Minimum Regional). Tapi minimal Rp50 ribu per hari, atau Rp1,5 juta per bulan,” katanya. [wir/beq]






