Kediri (Beritajatim.com) – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana secara simbolis melakukan prosesi peletakan batu pertama di Jembatan Jongbiru Kediri hari ini.
Jembatan Jongbiru adalah akses jalan penghubung wilayah kota dan Kabupaten Kediri yang melintasi di atas Sungai Brantas.
Ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2024, Jembatan Jongbiru Kediri diproyeksikan bakal menelan biaya hingga Rp 25 miliar.
Ground breaking hari ini sebagai awal dimulainya pembangunan Jembatan Jongbiru Kediri.
Sesuai dengan target, pembangunan Jembatan Jongbiru dipastikan selesai pada bulan Mei 2024 mendatang.
Baca Juga : 5 Tahun Mangkrak, Jembatan Jongbiru Kediri Mulai Dibangun Kembali
Selain Bupati Kediri, dalam prosesi peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat teras terkait, baik di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Kota Kediri.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Jongbiru ini dilakukan dengan menggandeng Kementrian PUPR dan pendanaannya bersumber dari APBN.
“Dengan mulai dibangunnya kembali Jembatan Jongbiru tersebut, diharapkan jembatan ini mampu mendorong perputaran perekonomian di wilayah setempat, yang diketahui telah lama vakum semenjak tahun 2017 lalu, lantaran jembatan ini rusak akibat tergerus oleh derasnya air hujan,” kata Mas Dhito, pada Kamis (23/11/2023).
Selain itu, Bupati Kediri juga berpesan agar pembangunan terhadap Jembatan Jongbiru ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Seperti diketahui, Jembatan Jongbiru ini nantinya akan memiliki panjang 133,94 meter dengan lebar 9 meter.
Pembangunan jembatan ini sendiri akan memakan waktu selama 240 hari, dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar 25,5 miliar. [nm/ted]






