Ringkasan Berita:
- Kloter SUB 17 dan 18 asal Kabupaten Malang resmi mendarat di Madinah pada Senin pagi.
- Kloter SUB 16 tertahan di Bandara Kualanamu akibat kendala teknis pada pesawat Saudia Airlines.
- Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, turut serta dalam rombongan SUB 17 sebagai jemaah reguler.
- Total 34.652 jemaah dari 89 kloter telah tiba di Madinah dengan pengawasan intensif petugas.
Madinah (beritajatim.com) – Jemaah haji asal Kabupaten Malang yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 17 dan 18 resmi mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz Madinah pada Senin (27/4/2026) pagi Waktu Arab Saudi (WAS). Meski sebagian besar rombongan tiba sesuai jadwal, kloter SUB 16 saat ini masih tertahan di Bandara Kualanamu (KNO), Medan, akibat adanya kendala teknis pada armada pesawat.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, rombongan SUB 17 yang membawa 375 jemaah mendarat lebih awal pada pukul 01.55 WAS menggunakan pesawat Saudia Airlines nomor penerbangan SV-5319. Di antara rombongan tersebut, tampak Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, yang berangkat sebagai jemaah haji reguler.
“Alhamdulillah perjalanan penerbangan lancar, sempat juga transit di Bandara Kualanamu,” ujar Darmadi setibanya di Madinah. Ia yang mendaftar sejak 2013 tersebut terlihat aktif membantu mengoordinasikan jemaah saat proses perpindahan menuju bus. “Saya daftar haji reguler tahun 2013 lalu, dan Alhamdulillah mendapat kuota keberangkatan pada tahun ini,” tambahnya.
Selang beberapa jam, tepatnya pukul 06.10 WAS, kloter SUB 18 menyusul mendarat dengan pesawat Saudia Airlines SV-533 yang mengangkut 376 jemaah. Seluruh rombongan dari dua kloter ini langsung diarahkan menuju hotel pemondokan untuk memulai rangkaian ibadah Arbain di Masjid Nabawi.
Kendala Teknis Kloter SUB 16
Di balik kelancaran SUB 17 dan 18, jemaah haji Kabupaten Malang yang tergabung dalam kloter SUB 16 harus bersabar lantaran masih tertahan di Bandara Kualanamu. Pesawat berkode SV-5323 yang mereka tumpangi mengalami kendala teknis setelah berangkat dari Bandara Juanda pada Minggu (26/4) pukul 07.05 WIB dan mendarat di Medan pukul 10.15 WIB.
Hingga laporan ini diturunkan, jadwal penerbangan lanjutan dari Kualanamu menuju Madinah untuk kloter SUB 16 masih dalam tahap penjadwalan ulang oleh pihak maskapai. Otoritas terkait memastikan jemaah mendapatkan penanganan akomodasi yang layak selama menunggu kepastian keberangkatan di Medan.
Statistik Kedatangan di Madinah
Secara keseluruhan, arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah menunjukkan tren peningkatan. Hingga Senin pagi, tercatat sebanyak 89 kelompok terbang telah tiba di Tanah Suci dengan total akumulasi mencapai 34.652 jemaah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyebutkan bahwa koordinasi di lapangan terus ditingkatkan, terutama untuk melayani jemaah lanjut usia yang berjumlah 6.997 orang. Terkait proporsi jemaah risiko tinggi, Abdul Basir memberikan catatan tersendiri. “Kalau dilihat persentasenya masih relatif kecil, sekitar 2 persen,” ujarnya mengenai kategori lansia dalam statistik kedatangan terbaru.
Petugas PPIH Arab Saudi kini bersiaga penuh di setiap terminal kedatangan untuk memastikan alur pergerakan jemaah, baik yang melalui jalur fast track maupun reguler, tetap berjalan efektif guna meminimalisir kelelahan jemaah sebelum memasuki fase puncak haji. [ian/beq]






